Dia Nggak Pernah Memilihmu, Tapi Kamu Tetap Bertahan? Ini yang Disebut Limerence

Kamis 12-02-2026,08:00 WIB
Reporter : Sheila Layalia
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID – Belakangan ini, mungkin kamu sering dengar istilah limerence lewat FYP TikTok atau reels Instagram. Banyak yang bilang, “Itu bukan cinta, itu limerence.” Tapi sebenarnya apa sih maksudnya?

Ada satu fakta yang jarang dibahas: banyak orang bukan jatuh cinta, tapi jatuh pada harapan.

Mungkin kamu pernah merasa terlalu sensitif. Sedikit diabaikan, langsung kepikiran seharian. Lagi marah, tapi ujungnya malah pengin nangis. Tahu hubungan itu bikin capek, tapi tetap sulit pergi. Rasanya intens sekali, seperti hidup dan mati.

BACA JUGA:Junk Journalling: Hobi Kreatif yang Ternyata Ampuh untuk Mental Health

BACA JUGA:Kekuatan Mental Tak Terkalahkan, Rahasia Bertahan Saat Hidup Terasa Berat

Kalau itu relate, bisa jadi yang kamu rasakan bukan sekadar cinta.

Saat Kita Ahli Membayangkan Cinta

Limerence adalah kondisi ketika seseorang mengalami obsesi romantis tingkat adiktif pada orang yang sebenarnya tidak benar-benar tersedia.

Kamu memikirkan dia terus-menerus. Mengulang chat di kepala. Bertanya-tanya dia sedang apa. Berharap suatu hari dia berubah dan memilihmu.

Yang bikin ketagihan bukan orangnya, tapi harapan.

Kondisi ini sering berakar dari luka masa kecil, terutama pola asuh yang tidak konsisten. Misalnya, orang tua yang kadang sangat hangat dan penuh cinta, tapi besoknya bisa dingin dan mengabaikan. Pola panas dan dingin seperti ini menciptakan trauma bond.

Trauma bond adalah keterikatan kuat yang terbentuk karena kasih sayang diberikan lalu ditarik kembali secara bergantian. Sistem saraf kita seperti kebingungan. Saat perhatian datang, rasanya luar biasa. Saat hilang, kita panik. Akhirnya kita berusaha lebih keras agar kehangatan itu kembali.

Di hubungan dewasa, pola ini sering terulang. Kamu justru tertarik pada orang yang sulit ditebak. Kalau dia terlalu jelas dan stabil, malah terasa kurang greget. Seolah tanpa drama, tidak ada chemistry.

Fenomena ini bahkan disebut sebagai eroticization of abandonment, yaitu kecenderungan merasa tertarik pada orang yang sedikit menolak atau menjauh.

Sedih, tapi nyata.

Kategori :