Bacaan Niat:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Penjelasan:
Niat ini sebaiknya dilakukan pada malam hari (sebelum fajar). Secara psikologis, mengikrarkan niat membantu mental kita bersiap untuk berkomitmen penuh pada kebaikan selama 14-15 jam ke depan. Ini adalah janji antara hamba dan Penciptanya.
3. Doa Berbuka Puasa: Momen Mustajab
Saat matahari terbenam, itulah waktu di mana pintu langit terbuka lebar bagi doa-doa hamba-Nya.
Bacaan Doa:
Dzahabaz-zhama’u wab-tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
(Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.)
Penjelasan:
Doa ini sangat indah karena mengakui kelemahan manusia. "Telah basah urat-urat" adalah pengingat betapa kecilnya kita yang bergantung pada setetes air. Ucapan "Insya Allah" di akhir doa menunjukkan tawadhu (rendah hati), bahwa kita berharap Allah menerima lelah kita sebagai pahala yang abadi.
4. Doa Lailatul Qadar: Puncak Pencarian
Di sepuluh malam terakhir, ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW secara khusus mengajarkan doa ini kepada Aisyah RA.
Bacaan Doa:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.
Penjelasan: