Bodi dibuat melengkung di bagian depan dan belakang sehingga terasa lebih halus dan ergonomis dibanding versi Pro yang cenderung datar.
Lengkungan ini juga membuat sisi perangkat terlihat lebih tipis meski dimensi aslinya hampir sama.
Modul kamera juga didesain lebih menyatu dengan bodi, bukan sekadar menonjol seperti ditempel. Detail kecil ini memberi kesan lebih premium.
Perangkat juga sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu hingga IP69K serta dilapisi kaca pelindung Gorilla Glass Victus 2.
Layar: Spesifikasi Sama, Sensasi Berbeda
Kedua varian sebenarnya memiliki spesifikasi layar identik: panel AMOLED 6,83 inci resolusi 1.5K, refresh rate 120Hz, dukungan HDR10+, Dolby Vision, serta tingkat kecerahan puncak hingga 3200 nits.
Namun versi Plus menghadirkan panel dengan tepi sedikit melengkung. Pantulan cahaya di pinggir layar terlihat lebih halus sehingga memberi kesan visual lebih premium.
Bagi sebagian pengguna desain ini terasa lebih mewah, meski ada juga yang tetap menyukai layar datar karena dianggap lebih tegas.
BACA JUGA:Infinix Rekomendasikan 7 HP Terbaru 2026 dengan Spesifikasi Tinggi dan Harga Terjangkau
BACA JUGA:Cari HP Gaming & Konten? Ini Daftar HP 3–6 Juta Paling Ngebut 2026 Versi David GadgetIn
Performa: Unggul di Benchmark, Mirip di Pemakaian
Perbedaan utama terletak pada chipset. Varian Plus menggunakan prosesor kelas lebih tinggi dibanding versi Pro standar. Hasil pengujian benchmark menunjukkan peningkatan performa sekitar 10 persen.
Meski demikian, keunggulan angka tersebut belum sepenuhnya terasa dalam penggunaan nyata, khususnya saat bermain gim.
Pada pengujian gim seperti Mobile Legends, frame rate masih dibatasi di 90 fps dan tidak selalu stabil. Pada gim berat seperti Genshin Impact, performanya juga berkisar di angka 30 fps saat pertempuran, tidak jauh berbeda dari varian Pro.
Artinya, peningkatan performa memang ada, tetapi belum sepenuhnya dioptimalkan oleh sistem atau gim yang diuji.
Audio dan Speaker