RADARTASIKTV.ID- Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, namun secara statistik, bulan ini sering kali menjadi periode di mana pengeluaran rumah tangga melonjak tajam.
Ironisnya, meskipun kita melewatkan makan siang, anggaran belanja justru bisa membengkak hingga dua kali lipat dibanding bulan-bulan biasanya.
Fenomena "lapar mata", tingginya harga bahan pokok di pasar, hingga tradisi buka puasa bersama (bukber) yang berderet di kalender menjadi faktor utama penyebab anggaran keuangan "bocor".
BACA JUGA:Manajemen Waktu Ramadhan: Cara Menyeimbangkan Ibadah, Pekerjaan, dan Istirahat
BACA JUGA:Anti Dehidrasi: Trik Mengatur Pola Minum 8 Gelas Air Agar Tidak Lemas
Mengelola keuangan di bulan suci bukan berarti kita harus menjadi kikir atau tidak menikmati momen.
Manajemen budget yang baik justru bertujuan agar kita bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa beban finansial di akhir bulan, terutama menjelang kebutuhan hari raya Idul Fitri.
Berikut adalah panduan taktis untuk mengatur anggaran belanja dapur dan sosial selama Ramadhan.
1. Belanja Dapur: Strategi "Meal Prep" dan Stok Cerdas
Penyebab utama anggaran dapur membengkak adalah belanja harian tanpa rencana. Saat pergi ke pasar dalam kondisi lapar (menjelang berbuka), kita cenderung membeli segala sesuatu yang terlihat enak.
Buat Daftar Menu Mingguan: Sebelum berbelanja, susunlah menu sahur dan berbuka untuk 7 hari ke depan. Dengan mengetahui apa yang akan dimasak, Anda hanya akan membeli bahan yang benar-benar dibutuhkan.
Food Prep (Persiapan Bahan Makanan): Setelah belanja mingguan, segera bersihkan dan potong-potong sayuran serta protein, lalu simpan di wadah kedap udara. Cara ini tidak hanya menghemat waktu masak, tetapi juga mencegah bahan makanan layu dan terbuang sia-sia (mencegah food waste).
Beli dalam Jumlah Besar (Bulk Buying): Untuk barang-barang tahan lama seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur, belilah dalam ukuran besar di awal bulan. Biasanya, harga grosir jauh lebih murah daripada membeli eceran saat harga mulai naik di pertengahan Ramadhan.
BACA JUGA:Manajemen Waktu Ramadhan: Cara Menyeimbangkan Ibadah, Pekerjaan, dan Istirahat
BACA JUGA:?Jangan Asal 'Balas Dendam': Bahaya Terlalu Banyak Makan Manis Saat Berbuka Puasa