Ramadhan Hemat: Cara Mengatur Budget Belanja Dapur dan Bukber Agar Tidak 'Bocor'

Jumat 13-02-2026,11:00 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

2. Takjil: Buat Sendiri atau Beli Secukupnya?

Godaan terbesar ada pada deretan penjual takjil di pinggir jalan. Jika setiap hari Anda membeli 3-4 jenis gorengan, kolak, dan es buah untuk seluruh anggota keluarga, tanpa sadar Anda bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk camilan.

Batasi Pembelian Luar: Tetapkan aturan, misalnya hanya membeli takjil di luar 2 kali seminggu. Sisanya, buatlah menu sederhana di rumah seperti es teh manis dengan buah potong atau gorengan rumahan yang lebih sehat dan murah.

Prinsip Satu Jenis: Jika ingin membeli, cukup pilih satu jenis takjil yang paling diinginkan hari itu. Ini akan menghindarkan Anda dari membuang makanan yang tidak habis karena perut sudah kenyang setelah makan besar.

3. Menghadapi Tradisi "Bukber" (Buka Bersama)

Undangan buka bersama teman SD, SMP, SMA, hingga rekan kantor sering kali menjadi "lubang hitam" bagi keuangan. Makan di restoran saat jam buka puasa biasanya dibarengi dengan harga paket yang lebih mahal dan biaya transportasi/parkir.

Tentukan Kuota Bukber: Sebelum Ramadhan dimulai, tentukan berapa kali Anda akan menghadiri bukber luar.

Misalnya, maksimal 3 kali selama sebulan. Belajarlah untuk berkata "tidak" pada undangan yang tidak terlalu mendesak.

Pilih Tempat yang Rasional: Jika Anda menjadi panitia, usahakan memilih tempat yang menawarkan paket hemat atau sistem sharing. Hindari restoran fine dining yang hanya mengandalkan gengsi.

Bukber di Rumah (Potluck): Alih-alih di mall, cobalah mengadakan buka puasa di rumah salah satu teman dengan sistem potluck (setiap orang membawa satu jenis makanan).

Selain lebih hemat, suasana kekeluargaan akan lebih terasa dan ibadah salat Magrib pun tidak akan terlewat karena antrean musala yang penuh di mall.

4. Waspadai "Hidden Cost" dan Promo Ramadhan

Aplikasi belanja daring sering kali membombardir kita dengan promo "Flash Sale Ramadhan". Ingat, diskon bukan berarti Anda menghemat uang; Anda tetap mengeluarkan uang untuk barang yang mungkin tidak Anda butuhkan.

Pisahkan Rekening: Gunakan satu dompet digital atau rekening khusus untuk belanja Ramadhan. Jika saldo di sana habis, artinya jatah belanja Anda sudah selesai.

Catat Pengeluaran Harian: Gunakan aplikasi pencatat keuangan sederhana. Melihat angka yang keluar setiap hari akan memberikan "efek kejut" yang membuat Anda lebih sadar diri sebelum menggesek kartu debit.

BACA JUGA:Menjelang Ramadan, Masih Scroll-Scroll? Ini 7 Kegiatan Produktif yang Bisa Kamu Lakukan dari Sekarang

Kategori :