Belajar Bahasa Asing Ternyata Bisa Cegah Pikun? Ini Manfaat Tersembunyinya yang Jarang Disadari

Sabtu 14-02-2026,06:30 WIB
Reporter : Sheila Layalia
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID - Pernah nggak sih kamu merasa belajar bahasa asing itu cuma penting buat cari kerja atau biar kelihatan keren?

Padahal, manfaatnya jauh lebih dalam dari sekadar bisa ngobrol sama turis atau lolos interview perusahaan multinasional.

Beberapa penelitian dengan sampel besar, bahkan hingga 80.000 orang, menunjukkan bahwa orang yang menguasai lebih dari satu bahasa cenderung mengalami penurunan fungsi otak yang lebih lambat dibandingkan mereka yang hanya bisa satu bahasa. Artinya, belajar bahasa bukan cuma soal karier. Ini juga soal kesehatan otak dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Gak Perlu Takut AI! 5 Tips Menulis Cepat tapi Tetap Unik

BACA JUGA:Cara Meningkatkan Bahasa Inggris Tanpa Kursus, 4 Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Bikin Kamu Makin Jago

Menarik, kan?

Bukan Sekadar Modal Karier

Kita memang nggak bisa menutup mata bahwa kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, membuka banyak pintu.

Peluang kerja lebih luas, gaji lebih kompetitif, kesempatan bekerja di luar negeri, hingga kemudahan saat traveling. Bahasa adalah salah satu soft skill yang sangat dibutuhkan di era global.

Kemampuan ini juga berkaitan dengan kecerdasan linguistik, yaitu kemampuan seseorang dalam memahami, mengolah, dan menggunakan bahasa secara efektif. Di dunia kerja yang makin kompetitif, skill ini jelas jadi nilai tambah.

Tapi kalau manfaatnya berhenti sampai di situ, mungkin belajar bahasa terasa “sekadar perlu”. Yang sering nggak kita sadari, dampaknya ternyata jauh lebih besar.

Manfaat Tersembunyi: Kesehatan Otak

Nah, ini bagian yang jarang dibahas.

Orang yang menguasai dua atau lebih bahasa terbukti memiliki risiko demensia yang lebih rendah. Bahkan, gejala Alzheimer bisa tertunda sekitar 4,5 tahun dibandingkan mereka yang hanya menggunakan satu bahasa.

Kenapa bisa begitu?

Kategori :