Belajar Bahasa Asing Ternyata Bisa Cegah Pikun? Ini Manfaat Tersembunyinya yang Jarang Disadari

Sabtu 14-02-2026,06:30 WIB
Reporter : Sheila Layalia
Editor : Hilmi Pramudya

Karena saat kita menggunakan bahasa kedua atau ketiga, otak bekerja lebih keras. Ia harus berpindah dari satu sistem bahasa ke sistem lainnya. Proses ini melatih memori, konsentrasi, dan kontrol kognitif. Ibaratnya seperti cross-training di gym, tapi yang dilatih adalah otak.

Beberapa manfaat yang ditemukan antara lain:

  • Menurunkan risiko demensia
  • Menunda gejala Alzheimer
  • Meningkatkan fleksibilitas mental
  • Melatih kemampuan multitasking
  • Menguatkan memori dan konsentrasi

Setiap kali kita berusaha memahami kosakata baru atau menyusun kalimat dalam bahasa asing, sebenarnya kita sedang “mengangkat beban” untuk otak kita sendiri.

Fleksibilitas Berpikir dan Empati

Orang yang multilingual sering kali dinilai memiliki fleksibilitas berpikir yang lebih baik. Mereka terbiasa melihat satu hal dari berbagai perspektif bahasa dan budaya.

Bahasa bukan cuma alat komunikasi, tapi juga cara berpikir.

Ketika kita belajar bahasa baru, kita juga belajar cara pandang baru. Kita jadi lebih mudah memahami orang lain, lebih empatik, dan lebih terbuka terhadap perbedaan.

Tanpa sadar, belajar bahasa melatih kita untuk tidak kaku dalam berpikir.

Kita terbiasa beradaptasi. Dan kemampuan adaptasi ini sangat berharga, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

BACA JUGA:Sering Dikira Band Luar Negeri, Ini Reality Club Band Indonesia yang Sudah 10 Tahun Berkarya

BACA JUGA:Reality Club Siap Rayakan 10 Tahun Perjalanan Lewat Konser “10 Years of Reality Club”

Teknologi Membuat Belajar Lebih Mudah

Dulu, belajar bahasa identik dengan les mahal atau kursus intensif yang menguras waktu dan biaya. Sekarang, situasinya sudah jauh berbeda.

Dengan bantuan teknologi dan kecerdasan buatan, belajar bahasa bisa dilakukan dari rumah, di sela waktu istirahat, bahkan sebelum tidur.

Salah satu contoh aplikasi yang sering dibahas adalah ELSA Speak. Aplikasi ini berbasis AI dan fokus pada latihan speaking.

Beberapa fiturnya antara lain:

  • Learning path yang dipersonalisasi sesuai tujuan dan level
  • Latihan pronunciation dengan umpan balik langsung
  • Simulasi percakapan melalui AI roleplay
  • Latihan kosakata, tata bahasa, penekanan kata, hingga persiapan IELTS atau TOEFL
  • Sistem gamification agar belajar terasa seperti bermain
Kategori :