BACA JUGA:Imlek di Indonesia Ternyata Spesial, Ini Fakta-Fakta Menariknya
Ketika Al-Qur’an Terasa “Ngobrol” Langsung
Ada kisah yang diceritakan Ustaz Felix Siauw tentang seseorang yang merasa dirinya jauh dari agama. Tidak tumbuh di lingkungan religius, sempat meninggalkan salat, hidup tanpa arah yang jelas.
Ia mengalami banyak krisis. Insecure secara fisik. Merasa kurang dalam relasi. Ambisi mengejar uang dan pengakuan. Sampai akhirnya bergulat dengan mental issue dan keinginan untuk mengakhiri hidup. Hidupnya penuh dengan pencarian validasi dari orang lain.
Sampai suatu malam, ia mencoba membuka Al-Qur’an secara acak. Tanpa ekspektasi. Tanpa rencana. Hanya duduk tenang dan membaca arti ayat yang terbuka.
Yang ia dapat adalah ayat dari Surah At-Taghabun tentang seluruh langit dan bumi yang bertasbih kepada Allah.
Tamparannya terasa nyata.
Langit dan bumi yang begitu besar saja taat dan bertasbih. Lalu manusia yang kecil ini, kenapa justru jauh?
Ayat berikutnya berbicara tentang Allah sebagai pemilik kerajaan dan segala puji.
Seolah mengingatkan bahwa selama ini ia mencari pengakuan ke sana kemari, padahal semua pujian dan kepemilikan sejatinya kembali kepada Allah.
Lalu ada ayat yang menegaskan bahwa Allah yang menciptakan manusia dan membentuk rupanya dengan baik.
Di titik itu, rasa insecure seperti ditampar lagi. Merasa diri buruk dan tidak berharga ternyata sama saja dengan tidak mensyukuri ciptaan-Nya.
Bahkan disebutkan bahwa di antara manusia ada yang beriman dan ada yang kafir. Artinya, iman adalah pilihan. Bukan sekadar faktor lingkungan, bukan semata latar belakang keluarga.
Al-Qur’an terasa personal. Seolah sedang berbicara langsung.
BACA JUGA:Strategi Ekonomi Rumah Tangga ala