BACA JUGA:Jangan Asal Rayakan! 12 Pantangan Saat Imlek Biar Hoki dan Rezeki Lancar Sepanjang Tahun
Hati yang Siap, Jawaban yang Datang
Ada satu pepatah: ketika murid siap, guru akan datang.
Begitu juga dengan Al-Qur’an. Ia akan terasa hidup ketika hati kita siap. Hidayah bukan milik manusia. Hidayah adalah milik Allah. Tugas kita hanya membuka diri dan mencari.
Masalahnya sering kali bukan pada ayatnya, tetapi pada hati kita yang belum siap menerima.
Ramadan adalah momen paling tepat untuk melatih kesiapan itu. Bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menyiapkan hati. Bukan hanya mengurangi makan, tetapi menambah interaksi dengan Al-Qur’an.
Karena pada akhirnya, semua yang kita cari: uang, cinta, status, validasi, pencapaian, akan kembali kepada Allah. Kalau ujungnya kembali kepada-Nya, kenapa tidak mulai dari-Nya?
Menyambut Ramadan dengan Cara Berbeda
Tahun ini, mungkin kita bisa mencoba memaknai Ramadan dengan sudut pandang yang berbeda.
Bukan lagi bertanya, “Bisa nggak ya kuat puasa seharian?” Tetapi bertanya, “Sudah sejauh apa aku dekat dengan Al-Qur’an?”
Coba luangkan waktu. Duduk tenang. Buka mushaf. Baca artinya perlahan. Jangan langsung mencari ayat untuk orang lain. Biarkan ayat itu berbicara kepada diri sendiri.
Siapa tahu, Ramadan kali ini bukan hanya membuat kita lebih kuat menahan lapar, tetapi juga lebih kuat menghadapi hidup.
Karena sejatinya, Ramadan bukan cuma tentang perut yang kosong. Ramadan adalah tentang hati yang diisi kembali.
Sumber video: