1. Persiapan Ubi Ungu
Langkah pertama dimulai dengan membersihkan ubi ungu, mengupas kulitnya, dan memotongnya kecil-kecil agar cepat matang saat direbus. Rebuslah ubi hingga teksturnya empuk (kurang lebih 15 menit).
Setelah matang, masukkan ubi ke dalam blender atau chopper. Jika Anda tidak memiliki alat tersebut, menghaluskan secara manual dengan garpu atau ulekan pun tidak masalah, asalkan hasilnya benar-benar halus.
2. Membuat Dasar Adonan
Campurkan telur dan gula pasir ke dalam ubi yang sedang dihaluskan. Proses ini sangat penting agar gula benar-benar larut dan menyatu sempurna dengan serat ubi.
Pastikan adonan dasar ini tidak memiliki gumpalan, karena gumpalan kecil ubi dapat merusak tekstur kue saat dicetak atau digoreng nantinya.
3. Teknik Pencampuran Tepung
Setelah adonan ubi halus, pindahkan ke wadah besar. Masukkan tepung tapioka secara bertahap. Mulailah dengan 10 sendok makan terlebih dahulu, lalu aduk perlahan. Tambahkan lagi sisanya hingga adonan terasa kalis dan bisa dipulung dengan tangan.
Tips Rahasia: Jika Anda tidak sengaja memasukkan terlalu banyak tepung sehingga adonan menjadi keras atau pecah-pecah, jangan panik! Tambahkan sedikit margarin dan uleni kembali hingga adonan kembali lembut dan elastis.
BACA JUGA:Bukan Bebek Biasa! Rahasia di Balik Kelembutan Daging di Dapur Bebek Kuningan
BACA JUGA:Bukan Sekadar Tradisi, Ini 10 Makanan Wajib Saat Tahun Baru Imlek dan Artinya
4. Rahasia Menggoreng: Wajib Minyak Dingin!
Ini adalah poin paling krusial dalam pembuatan telur gabus. Jangan pernah memasukkan adonan ke dalam minyak yang sudah panas. Siapkan minyak goreng di dalam wajan dalam kondisi suhu ruang (dingin).
Ambil sejumput kecil adonan, pulung dengan kedua telapak tangan hingga berbentuk lonjong, lalu langsung masukkan ke minyak dingin.
Pastikan semua adonan terendam minyak. Jika adonan dibiarkan di udara terbuka terlalu lama sebelum masuk minyak, permukaannya akan kering dan kue bisa pecah saat digoreng.
5. Proses Penggorengan yang Sabar