Ternyata Main Kelereng Bisa Jadi Terapi Sabar Saat Puasa, Ini Alasannya!

Rabu 18-02-2026,14:00 WIB
Reporter : Moch Najib
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID - Ngabuburit biasanya identik dengan berburu takjil, jalan-jalan sore, atau sekadar rebahan sambil menatap layar ponsel. Namun, belakangan ini ada tren unik yang kembali mencuat: bermain kelereng.

Siapa sangka, butiran kaca kecil berwarna-warni yang akrab dengan masa kecil kita ini ternyata menyimpan filosofi mendalam, terutama sebagai terapi kesabaran di tengah rasa haus dan lapar saat berpuasa.

Mengapa permainan tradisional ini bisa menjadi sarana "latihan mental" yang efektif? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

BACA JUGA:2026 Makin Gila! Ini Skill yang Wajib Kamu Punya Kalau Nggak Mau Ketinggalan

BACA JUGA:Upacara 17 Februari di Makodim 0612/Tasikmalaya Sarat Nilai Spiritual, Dandim Tekankan Soliditas dan Keteladan

1. Presisi di Tengah Lemasnya Tubuh

Saat berpuasa, kadar gula darah yang menurun seringkali membuat fokus kita berkurang dan tubuh terasa lunglai. Bermain kelereng menuntut hal yang sebaliknya: konsentrasi tingkat tinggi.

Untuk menyentil satu butir kelereng target dari jarak tertentu, Anda membutuhkan koordinasi antara mata, tangan, dan ketenangan pikiran. Di sinilah letak terapinya.

Anda dipaksa untuk mengatur napas dan menenangkan saraf agar bidikan tidak meleset. Menjaga ketenangan di saat perut keroncongan adalah latihan kesabaran yang sangat nyata.

BACA JUGA:iPhone 15 vs 16 vs 17: Mana yang Paling Worth Buat Kamu di 2026?

BACA JUGA:Naik Gunung Galunggung Anti Ribet: Panduan Lengkap dari Tiket hingga Pemandian

2. Seni Menunggu Giliran

Permainan kelereng, terutama jika dimainkan dalam format "lingkaran" atau "lubang," melibatkan antrean pemain. Anda tidak bisa bergerak semaunya sendiri. Ada etika dan urutan yang harus ditaati.

Dalam konteks puasa, menunggu giliran bermain secara tidak langsung melatih kita untuk mengelola emosi. Rasa ingin cepat-cepat menang atau rasa kesal saat lawan berhasil menyingkirkan kelereng kita harus diredam.

Ini adalah simulasi kecil dari menanti waktu berbuka; kita tahu tujuannya ada di depan mata, tapi kita harus mengikuti prosesnya setahap demi setahap.

Kategori :