Bahkan Nabi Pun Rutin Beristigfar
Yang bikin kita harus mikir adalah ini: Nabi Muhammad ﷺ yang sudah dijamin ampunan dosanya saja beristigfar lebih dari 70 kali, bahkan sampai 100 kali dalam sehari.
Kalau beliau yang maksum saja merutinkan istigfar, apalagi kita yang penuh khilaf ini.
Allah pun memerintahkan Nabi untuk beristigfar, salah satunya dalam Surah An-Nasr ayat 3. Perintah itu bukan cuma buat Nabi, tapi juga buat kita sebagai umatnya.
Kadang kita merasa, “Ah, istigfar kan semua orang juga tahu.”
Iya, tahu. Tapi sudah jadi kebiasaan belum?
Istigfar Itu Obat
Para ulama salaf pernah mengatakan, Al-Qur’an sudah menunjukkan penyakit dan obatnya. Penyakit itu dosa. Obatnya adalah istigfar.
Sederhana banget konsepnya.
Kita sering sibuk cari solusi ke sana ke mari. Bingung soal rezeki, kesehatan, hubungan, masalah hidup yang rasanya numpuk. Padahal ada satu pintu yang sering nggak diketuk.
Dalam Surah Nuh ayat 10 sampai 12 dijelaskan, perbanyak istigfar, maka Allah akan turunkan hujan yang lebat, memperbanyak harta dan anak, serta membuka kebun-kebun dan sungai-sungai.
Dalam Surah Hud ayat 52 juga disebutkan bahwa istigfar mendatangkan kekuatan dan keberkahan.
Rezeki itu bukan cuma soal uang. Bisa jadi kesehatan, ketenangan, kemudahan berpikir, atau hati yang nggak gampang cemas.
Pelindung dari Azab
Dulu, kata para sahabat, ada dua pelindung dari azab Allah. Pertama, keberadaan Nabi di tengah-tengah mereka. Kedua, istigfar.
Sekarang Nabi sudah wafat. Yang tersisa apa?