Lingkaran Setan Dopamin: Mengapa Layar Ponsel Membuat Otak Kita Malas

Sabtu 21-02-2026,09:30 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID- Pernahkah Anda berniat membuka ponsel hanya untuk mengecek jam, namun tiba-tiba tersadar bahwa 40 menit telah berlalu hanya untuk menonton video singkat yang bahkan tidak Anda ingat isinya? Jika iya, Anda tidak sendirian.

Fenomena ini bukanlah sekadar masalah manajemen waktu, melainkan sebuah mekanisme biologis yang melibatkan neurotransmiter paling kuat di otak kita: Dopamin.

Apa Itu Dopamin Instan?

Secara alami, dopamin adalah zat kimia di otak yang berfungsi sebagai sistem "penghargaan" (reward system).

BACA JUGA:Layar Menyala, Fokus Padam: Bagaimana Doomscrolling Diam-Diam Mencuri Waktu dan Kebahagiaanmu

BACA JUGA:Puasa Bukan Alasan Buat Mager! Ini Tips Tetap Bugar dan Produktif Selama Ramadan

Secara evolusioner, dopamin dilepaskan ketika kita melakukan hal-hal yang mendukung kelangsungan hidup, seperti makan makanan lezat atau menyelesaikan tugas yang sulit.

Dopamin memberikan rasa puas dan memotivasi kita untuk mengulangi perilaku tersebut.

Namun, di era digital, algoritma media sosial telah memanipulasi sistem ini. Setiap kali kita melakukan scrolling, memberikan like, atau melihat notifikasi merah, otak kita mendapatkan suntikan dopamin kecil namun instan.

Masalahnya, kita mendapatkan "hadiah" ini tanpa harus mengeluarkan usaha apa pun. Inilah yang disebut dengan Dopamin Instan.

Mengapa Terlalu Banyak Scrolling Membuat Otak Malas?

Otak manusia adalah organ yang sangat adaptif. Ketika kita terus-menerus membanjiri otak dengan dopamin berkadar tinggi melalui konten durasi pendek (short-form content), terjadi beberapa pergeseran fungsi kognitif yang mengkhawatirkan:

Penyusutan Rentang Perhatian (Attention Span):

Video berdurasi 15-30 detik melatih otak untuk mengharapkan kepuasan dalam waktu singkat. Akibatnya, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lama—seperti membaca buku, mengikuti rapat, atau belajar keterampilan baru—terasa sangat membosankan dan melelahkan.

Kelelahan Keputusan dan Sensorik:

Kategori :