Tips Menjaga Hafalan dari Kemaksiatan: Meneladani Nasihat Ustadz Abdul Somad

Minggu 22-02-2026,10:00 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID- Menghafal Al-Qur'an atau ilmu agama bukan sekadar aktivitas kognitif untuk memindahkan teks ke dalam memori otak. Dalam tradisi Islam, hafalan adalah titipan cahaya Ilahi.

Namun, tantangan terbesar bagi seorang penghafal bukanlah sulitnya ayat, melainkan bagaimana menjaga agar cahaya tersebut tidak redup akibat noda maksiat.

Ustadz Abdul Somad (UAS), dalam berbagai ceramahnya, seringkali menekankan bahwa ilmu adalah nur (cahaya), dan cahaya Alloh tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.

BACA JUGA:Menghafal Tanpa Menghafal: Kupas Tuntas Teknik Mendengar Berulang ala Ustadz Yusuf Mansur

BACA JUGA:Rahasia Metode 3T ala Ustadz Adi Hidayat: Menghafal Al-Qur'an hingga ke Letak Barisnya

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tips menjaga hafalan dengan meneladani nasihat beliau tentang adab dan keberkahan ilmu.

1. Memahami Hakikat Ilmu sebagai Cahaya

Langkah awal dalam menjaga hafalan adalah meluruskan orientasi. UAS sering mengutip kisah legendaris Imam Syafi’i yang mengadu kepada gurunya, Imam Waki’, tentang buruknya hafalannya. Jawaban sang guru menjadi kaidah emas bagi seluruh penuntut ilmu:

"Aku mengadu kepada Waki’ tentang buruknya hafalanku, lalu beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat.

BACA JUGA:Rahasia Metode 3T ala Ustadz Adi Hidayat: Menghafal Al-Qur'an hingga ke Letak Barisnya

BACA JUGA:Update Harga Tiket Masuk Pantai Cemara Pangkalan 2026: Liburan Hemat di Tasikmalaya Selatan

Beliau memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidaklah diberikan kepada orang yang bermaksiat."

Pesan ini mengandung makna bahwa ketika seseorang bermaksiat, terjadi "korsleting" spiritual yang menghambat aliran keberkahan ilmu ke dalam hati.

Hafalan mungkin masih ada di lidah, namun ia hilang dari dada dan sulit untuk diamalkan.

2. Menjaga Pandangan dan Hati

Kategori :