RADARTASIKTV.ID - Dalam dunia sepak bola Italia yang terkenal dengan tradisi pertahanan grendel (Catenaccio), melahirkan bek berkualitas adalah sebuah kewajiban.
Salah satu nama yang konsisten menjaga eksistensinya di level tertinggi adalah Federico Barba. Lahir di Roma pada 1 September 1993, Barba bukan sekadar pemain bertahan biasa; ia adalah representasi dari ketangguhan, kedisiplinan, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa di berbagai liga Eropa.
Akar Roma dan Pendidikan di Trigoria
Perjalanan Federico Barba dimulai dari tanah kelahirannya. Sebagai pemuda asli Roma, ia beruntung bisa menimba ilmu di salah satu akademi terbaik di dunia, AS Roma.
BACA JUGA:Tips Olahraga Saat Puasa agar Tetap Fit dan Tidak Lemas, Ini Panduan Lengkap dari Dokter Tirta
BACA JUGA:Metode Karantina Tahfidz: Rahasia Ustadz Bobby Herwinto Menghafal 1 Halaman dalam 10 Menit
Di pusat latihan Trigoria, Barba ditempa menjadi bek tengah yang modern. Ia tidak hanya diajarkan cara memenangkan duel udara, tetapi juga bagaimana membangun serangan dari lini belakang sebuah atribut yang nantinya membuat ia laku di pasar transfer internasional.
Meskipun ia merupakan bagian dari skuad Primavera Roma yang memenangkan berbagai gelar muda, persaingan ketat di tim utama Giallorossi membuatnya harus merantau demi menit bermain. Inilah awal dari petualangan panjang sang "Tembok Roma" di kancah sepak bola profesional.
Menembus Serie A dan Petualangan Luar Negeri
Nama Federico Barba mulai mencuri perhatian publik saat ia memperkuat Empoli. Di bawah asuhan pelatih bertangan dingin seperti Maurizio Sarri, Barba berkembang pesat.
BACA JUGA:Menghafal Tanpa Menghafal: Kupas Tuntas Teknik Mendengar Berulang ala Ustadz Yusuf Mansur
BACA JUGA:Berhenti Scrolling, Mulai Hidup: Bahaya Nyata di Balik Keasyikan Menatap Layar
Ia menjadi pilar penting yang membawa Empoli promosi ke Serie A dan berhasil mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi tersebut.
Ketangguhannya dalam membaca arah bola dan posisi yang tepat membuatnya disebut-sebut sebagai salah satu bek muda paling potensial di Italia kala itu.
Keberanian Barba teruji ketika ia memutuskan untuk keluar dari zona nyaman Italia. Ia sempat mencicipi kerasnya Bundesliga Jerman bersama VfB Stuttgart dan mencoba peruntungan di La Liga Spanyol bersama Sporting Gijón dan Real Valladolid.