Profil Federico Barba: Perjalanan Karier Sang "Tembok" dari Roma

Minggu 22-02-2026,14:00 WIB
Reporter : Moch Najib
Editor : Hilmi Pramudya

BACA JUGA:Smartband Rasa Smartwatch! Huawei Band 11 Resmi Hadir dengan Layar AMOLED Lebih Luas dan Fitur Kesehatan

BACA JUGA:Resep Camilan 2 Telur Viral untuk Takjil: Gorengan Lembut Isi Cokelat Ini Bikin Rebutan!

Pengalaman di luar negeri ini memperkaya gaya mainnya; ia belajar tentang kecepatan transisi di Jerman dan teknik penguasaan bola yang presisi di Spanyol.

Menjadi Sosok Pemimpin di Lini Belakang

Setelah melanglang buana, Barba kembali ke Italia dengan kematangan yang lebih matang. Di Benevento, ia membuktikan bahwa dirinya adalah seorang pemimpin.

Ia bukan tipe bek yang hanya mengandalkan fisik, melainkan kecerdasan taktis. Barba seringkali menjadi instruktur bagi rekan-rekannya di lapangan, memastikan kerapatan lini pertahanan tetap terjaga selama 90 menit.

Kariernya berlanjut ke Pisa dan kemudian memperkuat lini pertahanan Como 1907. Di setiap klub yang ia bela, Barba selalu berhasil mendapatkan kepercayaan pelatih berkat profesionalismenya yang tinggi.

Ia jarang terlibat dalam kontroversi di luar lapangan, menjadikannya sosok panutan bagi pemain-pemain muda di timnya.

Gaya Bermain: Lebih dari Sekadar Bertahan

Mengapa Barba begitu spesial? Secara teknis, ia adalah bek tengah berkaki kiri (left-footed) sebuah aset langka dalam dunia sepak bola.

Keunggulan ini memungkinkannya memberikan distribusi bola yang lebih baik dari sisi kiri pertahanan. Secara fisik, dengan tinggi badan mencapai 186 cm, ia sangat dominan dalam duel udara, baik saat menghalau serangan lawan maupun saat membantu situasi sepak pojok.

Namun, senjata rahasia Barba adalah versatilitas. Selain fasih bermain sebagai bek tengah dalam formasi empat bek maupun tiga bek, ia juga sanggup mengisi posisi bek kiri jika dibutuhkan.

Fleksibilitas taktis inilah yang membuatnya tetap relevan di era sepak bola modern yang menuntut pemain untuk multitasking.

Federico Barba adalah bukti nyata bahwa karier seorang pesepak bola tidak selalu tentang trofi bergengsi atau sorotan lampu kamera yang menyilaukan.

Kariernya adalah tentang konsistensi, kerja keras, dan keberanian untuk menghadapi tantangan baru di setiap liga yang ia jalani.

Sebagai sang "Tembok" dari Roma, ia telah membuktikan bahwa kualitas pertahanan Italia adalah warisan yang akan selalu dihargai di manapun bola bergulir.

Kategori :