Pesan ini menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar mengejar jumlah khatam, melainkan menghadirkan bacaan yang benar dan penuh penghayatan.
BACA JUGA:Tarawihmu Sudah Benar? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang Jarang Disadari
BACA JUGA:Puasa Tanpa Takwa Itu Rugi, Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Metode Interaksi dengan Al-Qur’an
Ada beberapa bentuk interaksi dengan Al-Qur’an yang bisa dilakukan selama Ramadan:
- Qiraah – membaca Al-Qur’an secara rutin
- Tilawah – membaca sekaligus memahami makna
- Tahfidz – menghafal ayat-ayat Al-Qur’an
Ketiga bentuk ini dapat dipilih sesuai kemampuan masing-masing. Bagi yang masih belajar membaca, fokus pada qiraah dengan bimbingan guru sudah sangat baik.
Sementara yang sudah lancar bisa menargetkan khatam berkali-kali dengan pembagian waktu tertentu.
Strategi Target Khatam Ramadan
Dalam kajian juga dijelaskan cara praktis membagi target bacaan. Misalnya:
- Target 1 kali khatam → baca sekitar 1 juz per hari
- Target 3 kali khatam → baca 3 juz per hari
- Target 4 kali khatam → baca 5 juz per hari selama 6 hari per pekan
Pembagian ini menunjukkan bahwa target khatam sebenarnya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.
Manfaat Spiritual Membaca Al-Qur’an
Interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga berdampak pada kondisi batin. Membaca Al-Qur’an disebut dapat:
- Menenangkan hati dan pikiran
- Menguatkan mental saat menghadapi masalah
- Memberi kejernihan dalam mencari solusi hidup
Karena itu, para ulama sering menyarankan seseorang yang sedang gelisah untuk membuka mushaf dan membaca beberapa ayat agar hatinya menjadi tenang.
BACA JUGA:Mencari Ridho Allah Melalui Ridho Orang Tua: Kupas Tuntas Adab Anak Menurut Ustadz Adi Hidayat
BACA JUGA:Mendidik dengan Hati: Tips Parenting Islami ala Ustadz Adi Hidayat agar Anak Cinta Al-Qur'an
Inti Pesan Ramadan