Pesan utama dari penjelasan ini adalah bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi momentum mempererat hubungan dengan Al-Qur’an.
Nabi sendiri mencontohkan bahwa interaksi dengan kitab suci adalah inti ibadah Ramadan.
Semakin intens seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin besar pula peluang mendapatkan keberkahan dan pahala berlipat.
Dengan demikian, Ramadan menjadi bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan pembinaan spiritual yang mendalam.