Selanjutnya, kocok telur bersama gula hingga larut. Tambahkan susu cair secara perlahan sambil terus diaduk.
Jangan lupa masukkan vanili untuk memberikan aroma yang lebih sedap. Jika ingin hasil lebih creamy, bisa menambahkan sedikit susu kental manis.
Masukkan larutan maizena agar puding memiliki struktur yang lebih stabil. Setelah adonan siap, tuangkan ke atas lapisan karamel yang sudah mengeras.
Proses berikutnya adalah mengukus puding selama sekitar 20–30 menit dengan api sedang. Tutup kukusan dengan kain bersih agar uap air tidak menetes dan merusak permukaan puding.
Setelah matang, dinginkan puding hingga mencapai suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
Penyimpanan di lemari pendingin akan membuat tekstur puding semakin padat dan nikmat saat disantap dalam keadaan dingin.
BACA JUGA:Waspada! 9 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Bisa Terlihat dari Kulit, Banyak Orang Tak Menyadarinya
BACA JUGA:Resep Pisang Goreng Crispy Gula Aren, Camilan Manis yang Cocok Buat Buka Puasa
Peluang Jualan Dessert Kekinian
Popularitas puding karamel juga membuka peluang bisnis rumahan. Dessert ini relatif memiliki daya tahan yang cukup baik jika disimpan di suhu dingin.
Dengan kemasan menarik, puding karamel bisa menjadi produk jualan yang potensial di media sosial maupun marketplace.
Modal yang dibutuhkan pun tidak besar, sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba usaha kuliner.
Variasi topping seperti saus cokelat, potongan buah, atau taburan keju parut dapat menambah nilai jual produk.
Puding karamel tetap menjadi dessert favorit yang relevan mengikuti perkembangan tren kuliner. Dengan bahan sederhana dan langkah pembuatan yang mudah, siapa pun bisa menikmati manisnya puding karamel buatan sendiri.
Tidak hanya sebagai camilan keluarga, puding karamel juga berpotensi menjadi peluang usaha yang menjanjikan di era dessert kekinian.
BACA JUGA:Makanan Bersantan Saat Ramadan, Bahaya atau Cuma Mitos? Simak Kata Ahli