RADARTASIKTV.ID - Sebanyak 331 santri mengikuti Wisuda Akhirussanah dan Muwada'ah yang digelar pada Selasa, 3 Maret 2026, di Pesantren Sirnarasa.
Kegiatan yang dilaksanakan menjelang libur Lebaran tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan berbagai program keilmuan, mulai dari Tahsinul Qur'an, Tahfidzul Qur'an, hingga Hifdzul Mutun.
Prosesi wisuda ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas prestasi akademik santri, tetapi juga simbol keberlangsungan tradisi pendidikan berbasis Al-Qur'an dan kitab klasik yang selama ini menjadi ciri khas pesantren.
BACA JUGA: Kuliah Gak Harus Mahal! STID Sirnarasa Dobrak Tradisi Jadi Kampus Termurah di Priangan Timur
BACA JUGA: Kampus STID Sirnarasa Tawarkan Keunggulan Akademik dan Lingkungan Kampus Berbasis Nilai Keislaman
Acara tersebut dihadiri oleh sesepuh pesantren, keluarga besar Pesantren Sirnarasa, pimpinan pesantren, wali santri, para santri, serta tamu undangan lainnya.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh haru, terutama saat prosesi wisuda dilaksanakan sebagai simbol keberhasilan para santri dalam menyelesaikan program pendidikan tertentu.
Dalam wisuda kali ini, terdapat beberapa program yang diwisuda, di antaranya Tahsinul Qur'an, Tahfidzul Qur'an, serta Hifdzul Mutun.
Adapun kitab-kitab yang menjadi bagian dari hafalan (hifdzul mutun) meliputi Aqidatul Awwam, Jurumiyah, Imriti, Nadzom Maqsud, Alfiyah, hingga Jauhar Tauhid.
Program-program tersebut menjadi bagian dari pembentukan kompetensi keilmuan santri, baik dalam bidang Al-Qur'an maupun ilmu alat dan aqidah.
BACA JUGA: STID Sirnarasa Dorong Pemerataan Pendidikan melalui Program Beasiswa
Pengasuh Pesantren Sirnarasa, Dr.KH. Dadang Muliawan M.Sos, dalam Berbagainya menyampaikan bahwa santri harus memiliki “hanca kabisa”, yaitu kemampuan dalam berbagai bidang keilmuan pesantren.
Santri di sini harus ada hanca kabisa, tahsinul Qur'an, tahfidzul Qur'an, hifdzul mutun, matan Jurumiyah, Yaqulu, Imriti, Alfiyah, Jauhar Tauhid. katanya.
Beliau juga menegaskan bahwa terdapat tiga ciri utama seorang santri, yaitu ngaji, bakti, dan budi pekerti.