BACA JUGA:Curug Batu Blek Tasikmalaya: Healing Tipis-tipis Setelah Lebaran Sebelum Balik ke Realita
BACA JUGA:Es Puding Silky Matcha Viral, Lembut Banget dan Bisa Jadi Ide Jualan Segar!
Nggak Harus Dibaca Urut dari Awal
Ini bagian yang cukup “mind-blowing”.
Kita sering diajarin kalau baca buku harus dari halaman pertama sampai terakhir. Tapi ternyata, nggak harus begitu.
Anies justru membaca dengan cara:
- Mulai dari bagian awal untuk tahu gambaran isi
- Langsung lompat ke bagian akhir untuk baca kesimpulan
- Baru setelah itu masuk ke bagian tengah
Kenapa begitu?
Karena dengan tahu pembuka dan penutup, kita sudah punya “peta” dari isi buku tersebut. Jadi pas baca bagian tengah, kita nggak lagi bingung arah pembahasannya.
Teknik Ini Bukan Asal-asalan
Cara ini bukan sekadar kebiasaan, tapi hasil adaptasi dari pengalaman akademik.
Saat menjalani studi doktoral, Anies harus membaca sekitar 1300 sampai 1600 halaman per minggu. Jumlah yang hampir mustahil kalau dibaca secara linear satu per satu.
Akhirnya, ia mengembangkan teknik membaca cepat:
- Tangkap ide besar di awal
- Pahami inti di akhir
- Dalami bagian penting di tengah
Dengan cara ini, buku tebal pun bisa dipahami lebih efisien tanpa kehilangan esensinya.
BACA JUGA:Harga Emas Lagi Turun, Kesempatan atau Jebakan? Ini yang Jarang Disadari Investor
BACA JUGA:Bupati Herdiat Ajak Masyarakat Ciamis Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Membaca Itu Tentang Memahami, Bukan Menamatkan