RADARTASIKTV.ID - Satu kata yang sering bikin orang langsung mengernyit, bahkan agak ilfeel pas dengar: personal branding.
Kedengarannya kayak… kita lagi berusaha “jualan diri”, ya nggak sih? Kayak sok keren, sok penting, padahal yang lihat juga orang-orang yang bahkan nggak kenal kita.
Tapi anehnya, di sisi lain, banyak banget orang yang hidupnya berubah drastis gara-gara hal ini.
BACA JUGA:Resep Somay Ayam Kotak yang Cocok Buat Bekal dan Camilan
BACA JUGA:Dari Tekanan Darah Sampai Diet, Ini Manfaat Teh Hibiscus yang Jarang Dibahas
Dari yang awalnya biasa aja, jadi punya peluang lebih banyak. Dari yang nggak dikenal, jadi dipercaya. Bahkan ada yang sampai menghasilkan uang dalam jumlah yang nggak main-main.
Jadi sebenarnya, yang salah itu konsepnya atau cara kita melihatnya?
Bukan Soal Pamer, Tapi Soal Reputasi
Kalau kata branding terasa terlalu “jualan”, coba kita ganti satu kata: reputasi.
Terasa beda nggak?
Reputasi itu sesuatu yang mahal. Di dunia kerja, bisnis, bahkan pertemanan, orang lebih percaya sama mereka yang “punya nama”.
Dan personal branding itu, sebenarnya, cara kita membentuk reputasi itu secara sadar.
Masalahnya, banyak dari kita masih mikir, “Ah, ngapain sih branding-brandingan? Yang penting kan skill.”
Padahal kenyataannya, ada orang yang skill-nya mirip sama kita, bahkan mungkin setara, tapi dia dapat lebih banyak kesempatan.
Kenapa? Karena dia terlihat. Dia dikenal. Dia punya “cerita”.