Ini tipe mobil yang kalau lewat, orang bakal nengok. Bukan karena aneh, tapi karena beda.
BACA JUGA:Peluang Ferrari Juara F1 2026: Strategi, Risiko, dan Titik Balik Musim
BACA JUGA:Hasil F1 GP China 2026: Antonelli Menang, Duel Ferrari Warnai Balapan Shanghai
Interior yang Sederhana, Tapi Nggak Ngebosenin
Masuk ke dalam, jangan berharap kemewahan. VF3 memang diposisikan sebagai mobil entry-level.
Tapi yang menarik, interiornya nggak terasa kosong.
Dashboard punya banyak lekukan Kombinasi warna bikin lebih hidup Head unit 10 inci jadi pusat kontrol utama
Nggak ada instrument cluster terpisah. Semua informasi dikumpulkan di layar tengah. Simpel, tapi tetap fungsional.
Untuk kursi:
- Depan masih nyaman buat ukuran mobil kecil
- Belakang hanya untuk 2 orang dan lebih cocok untuk badan yang nggak terlalu tinggi
Jadi ya, realistis aja. Ini mobil kota, bukan mobil buat perjalanan jauh beramai-ramai.
Dipakai Sehari-hari, Masih Masuk Akal Nggak?
VF3 itu bukan mobil buat semua kebutuhan. Tapi kalau dipakai sesuai fungsinya, justru masuk akal banget.
Beberapa poin yang bikin dia enak dipakai harian:
- Ukurannya kecil, gampang buat parkir Radius putar kecil, enak buat jalan sempit
- Posisi duduk lebih ergonomis dibanding microcar lain
- Kabin terasa lebih lega dari yang dibayangkan
Jadi buat aktivitas dalam kota, antar jemput, atau sekadar mobil kedua, VF3 cukup relevan.
Performa & Baterai: Cukup Buat Kota
- Tenaga: 40 HP
- Top speed: sekitar 100 km/jam
- Jarak tempuh: ±215 km
Bukan yang kencang banget, tapi cukup untuk kebutuhan harian.