BACA JUGA:Ginkgo Biloba: Daun Kuno yang Katanya Bisa Bikin Otak Lebih Tajam, Tapi Beneran Nggak Sih?
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Selain pusing saat berdiri, ada beberapa gejala lain yang sering muncul:
- Mudah lelah dan lemas
- Kurang fokus
- Sering mengantuk
- Pingsan atau hampir pingsan
Jika gejala ini terjadi secara berulang, sebaiknya tidak diabaikan karena bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan berisiko menyebabkan cedera akibat jatuh.
Apakah Tekanan Darah Rendah Berbahaya?
Dalam kondisi ringan, tekanan darah rendah mungkin tidak menimbulkan masalah serius. Namun, jika terlalu rendah dan berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa berbahaya.
Tekanan darah yang sangat rendah dapat menyebabkan:
- Aliran darah tidak mencukupi ke organ vital
- Syok akibat kekurangan volume darah
- Gangguan fungsi organ, terutama otak dan jantung
Dalam kasus tertentu, kondisi ini dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Penyebab Tekanan Darah Rendah
Hipotensi bisa dipicu oleh berbagai faktor, antara lain:
- Dehidrasi atau kekurangan cairan
- Kurang asupan nutrisi Gangguan jantung, seperti kelainan katup
- Masalah hormon atau metabolisme
- Efek samping obat tertentu
Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Pemeriksaan dianjurkan jika tekanan darah sering berada di bawah normal, pusing saat berdiri terjadi berulang, disertai gejala lemas, cepat lelah, atau pingsan
Dokter biasanya akan melakukan evaluasi melalui pemeriksaan tekanan darah, fungsi jantung, dan organ lainnya untuk memastikan penyebabnya.
BACA JUGA:Cuka Apel Bisa Bantu Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya yang Perlu Kamu Tahu
BACA JUGA:Dari Tekanan Darah Sampai Diet, Ini Manfaat Teh Hibiscus yang Jarang Dibahas