RADARTASIKTV.ID - Ternyata manusia punya satu zat kimia di otak yang bertanggung jawab penuh atas rasa malas atau rajinnya kita melakukan sesuatu. Namanya dopamin. Dopamin ini sering disebut sebagai molekul motivasi.
Fakta uniknya, otak kita tidak bisa membedakan mana kesenangan yang bermanfaat dan mana yang cuma sekadar hiburan kosong.
Itulah alasan kenapa melihat notifikasi di HP terasa jauh lebih memuaskan daripada menyelesaikan satu bab buku pelajaran.
BACA JUGA:Jangan Cuma Dipajang! Ini Trik Baca Buku Biar Langsung Nyangkut di Otak
BACA JUGA:Capek Jadi Budak Algoritma? Begini Cara Balikkan Bahagia Tanpa Harus Hapus Sosmed
Otak kita lebih memilih jalur cepat untuk mendapatkan lonjakan kesenangan instan yang besar, sehingga aktivitas yang butuh usaha lama seperti belajar jadi terasa sangat menyiksa.
Mengenal Timbangan Dopamin dalam Kepala
Coba bayangkan kalau di dalam otak kita ada sebuah timbangan. Di sisi kanan ada aktivitas tinggi stimulasi seperti main game, media sosial, atau makan makanan yang sangat manis.
Aktivitas ini memberikan lonjakan dopamin yang sangat besar, anggap saja skornya 10 per 10. Di sisi kiri ada kegiatan belajar yang skor dopaminnya mungkin cuma 2 per 10.
Masalahnya, kalau otak kamu sudah terbiasa dipukul terus menerus dengan skor 10 tadi, secara otomatis kegiatan yang skornya cuma 2 akan terasa hambar dan membosankan.
Inilah yang membuat kita sering merasa tidak punya motivasi. Sebenarnya bukan motivasinya yang hilang, tapi standar kesenangan otak kita yang sudah terlalu tinggi.
Jadi, kalau mau bisa rajin lagi, kita tidak perlu menambah motivasi lewat kata-kata bijak yang panjang lebar. Yang kita butuhkan adalah meriset ulang sistem timbangan tersebut supaya otak bisa kembali menghargai hal hal kecil.
BACA JUGA:Cara Curang Lawan Malas: 5 Menit Ubah Otak Jadi Mesin Disiplin Paling Ampuh
BACA JUGA:Sering Overthinking? Ternyata Menulis Bisa Jadi Obat Paling Ampuh Buat Merapikan Pikiran
Teknik Sengaja Bosan Sebelum Belajar