GERD dan Maag Bisa Puasa? Ini Protokol Medis Agar Lambung Tetap Aman
GERD dan Maag Bisa Puasa? Ini Protokol Medis Agar Lambung Tetap Aman, foto by AI Care--
Puasa justru memberi waktu bagi sistem ini bekerja maksimal. Karena itu banyak orang merasa perut lebih ringan setelah berpuasa.
BACA JUGA:Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik: Lakukan 5 Hal Ini Segera
Protokol Persiapan Lambung Sebelum Puasa
Agar puasa berjalan aman bagi penderita GERD, diperlukan tahap persiapan sekitar satu minggu sebelum Ramadan. Tahapan ini bertujuan melatih lambung beradaptasi.
Langkah pertama adalah menghentikan kebiasaan ngemil dan mulai membiasakan jeda makan sekitar empat jam. Kedua, mengurangi makanan pemicu radang seperti tepung terigu berlebih, gula pasir, dan minyak goreng berulang pakai.
Ketiga, mengonsumsi pati resisten seperti air tajin, pati garut, atau pisang kepok rebus yang berfungsi melapisi dinding lambung dan membantu memperbaiki lapisan usus.
Aturan Sahur dan Berbuka bagi Penderita GERD
Saat sahur, penderita GERD dianjurkan menghindari kopi, teh kental, cokelat, makanan pedas, dan tomat karena dapat melemaskan katup lambung sehingga asam mudah naik.
Sebagai gantinya, pilih air hangat dan makanan rebus atau kukus yang lebih ramah lambung.
Setelah sahur, tidak disarankan langsung tidur. Posisi berbaring menghilangkan bantuan gravitasi yang membantu membersihkan kerongkongan dari asam.
Idealnya duduk tegak minimal satu jam dan memberi jeda sekitar tiga jam sebelum tidur kembali.
Ketika berbuka, penderita GERD sebaiknya tidak langsung mengonsumsi minuman dingin atau manis berlebihan.
Kombinasi suhu dingin, gula tinggi, dan keasaman dapat memicu iritasi lambung. Menu pembuka yang dianjurkan adalah kurma dan air hangat, lalu beri jeda sebelum makan utama agar lambung beradaptasi.
BACA JUGA:Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Dia Obat Tradisional yang Bisa Dicoba di Rumah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: