Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Dia Obat Tradisional yang Bisa Dicoba di Rumah
Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Dia Obat Tradisional yang Bisa Dicoba di Rumah, foto by Youtube--
RADARTASIKTV.ID - Sensasi panas atau terbakar di dada setelah makan, mulut terasa asam, hingga sering bersendawa bisa menjadi tanda asam lambung naik atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kondisi ini kerap membuat penderitanya tidak nyaman, sulit tidur, bahkan mengganggu aktivitas harian.
Dokter Sadam Ismail menjelaskan, asam lambung naik terjadi ketika cairan asam dari lambung mengalir kembali ke kerongkongan akibat melemahnya katup di bagian bawah esofagus.
“Asam yang naik ini menyebabkan iritasi sehingga menimbulkan rasa panas di dada dan berbagai keluhan lain,” jelasnya.
BACA JUGA:Mabuk Tidur Itu Nyata! Mengapa Terlalu Lama Terlelap Justru Membuat Otak 'Lemot' dan Tubuh Sakit
Selain pengobatan medis, banyak masyarakat mencari alternatif alami untuk membantu meredakan gejala. Menurut dr. Sadam, alam menyediakan beragam bahan tradisional yang bisa dimanfaatkan secara aman jika digunakan dengan tepat.
Pemicu Asam Lambung yang Perlu Diwaspadai
GERD dapat dipicu oleh berbagai kebiasaan sehari-hari. Pola makan menjadi faktor utama, terutama konsumsi makanan pedas, asam, berlemak, cokelat, kopi, dan minuman bersoda.
Kebiasaan makan berlebihan, makan terlalu cepat, serta langsung berbaring setelah makan juga meningkatkan risiko asam lambung naik.
Selain itu, kelebihan berat badan, merokok, konsumsi alkohol, dan stres berlebihan turut memperparah kondisi. “Stres yang tidak terkelola dengan baik juga bisa memicu kambuhnya asam lambung,” ujar dr. Sadam.
Gejala Umum yang Sering Muncul
Gejala GERD yang paling sering dirasakan adalah sensasi panas atau terbakar di dada, terutama setelah makan atau saat berbaring.
Mulut terasa asam atau pahit, sering bersendawa, nyeri di ulu hati, perut kembung, hingga sulit menelan juga kerap dialami penderita.
Pada kondisi tertentu, asam lambung yang naik terus-menerus dapat menyebabkan suara serak atau batuk kronis akibat iritasi pada saluran pernapasan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: