Berdamai dengan Waktu: Mengapa Terlambat Bukan Berarti Gagal

Kamis 22-01-2026,20:00 WIB
Reporter : Moch Najib
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID- ​Di era media sosial yang serba cepat, kita sering kali merasa seperti sedang dikejar oleh hantu bernama "ketertinggalan."

Kita membuka ponsel dan melihat teman sebaya sudah mengunggah foto kelulusan, promosi jabatan, pernikahan, hingga pencapaian materi lainnya. Di titik itulah, sebuah suara di kepala mulai berbisik: "Kamu sudah terlambat. Kamu gagal."

​Namun, benarkah hidup memiliki batas waktu sekaku itu? Mari kita bedah mengapa "terlambat" sering kali hanyalah sebuah ilusi yang diciptakan oleh tekanan sosial, dan mengapa waktu Anda sebenarnya sedang berjalan tepat pada porsinya.

BACA JUGA:Sulit Rezeki? Bongkar Rahasia Magnet Rezeki Agar Hidup Berkah Menurut Mas Rusdi

BACA JUGA:Sejarah dan Budaya Tasikmalaya: Mengenal Jejak Kerajaan Galuh hingga Julukan Kota Santri

Tirani "Timeline" Sosial

​Sejak kecil, kita didoktrin dengan garis waktu (timeline) yang seragam. Sekolah di usia 7 tahun, sarjana di usia 22 tahun, menikah sebelum 30 tahun, dan mapan di usia 35 tahun.

Jika kita meleset sedikit saja dari jadwal ini, dunia seolah-olah memberikan vonis bahwa kita telah kehilangan momentum.

​Padahal, standar ini mengabaikan satu fakta fundamental: setiap manusia memiliki titik awal, tantangan, dan kapasitas yang berbeda-beda.

BACA JUGA:Sering Dilupakan! Simak Amalan Tertinggi Bulan Sya’ban Ala Ustadz Adi Hidayat

BACA JUGA:Warung Gunung 58, Kuliner Viral Bandung dengan View Pegunungan dan Sensasi Kabut Tanpa Tiket Masuk

Memaksakan satu timeline untuk miliaran manusia adalah sebuah kekeliruan logika. Kehidupan bukan sebuah lomba lari estafet yang jalurnya sudah ditentukan, melainkan sebuah penjelajahan di hutan belantara di mana setiap orang memiliki rutenya masing-masing.

Mengapa Proses yang Lambat Bisa Menjadi Kekuatan

​Ada fenomena dalam biologi yang disebut sebagai late bloomer—mereka yang baru mekar di usia lanjut. Hal ini juga berlaku pada pencapaian manusia.

Sering kali, mereka yang "terlambat" sebenarnya sedang membangun fondasi yang jauh lebih kokoh dibandingkan mereka yang melesat cepat.

Kategori :