Drama "Blank" Mendadak: Saat Hafalan Hilang Begitu Duduk di Depan Guru

Senin 26-01-2026,11:00 WIB
Reporter : Annisa Latifah
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID-  Pernahkah Anda merasakan sebuah momen di mana ingatan yang sudah tertata rapi di kepala tiba-tiba menguap begitu saja? Bayangkan, Anda sudah mempersiapkan semuanya, menghafal setiap baris kalimat hingga lancar di luar kepala, namun saat tiba waktunya untuk tampil, menghafal itu kosong melompong.

Fenomena “amnesia mendadak” ini bukanlah hal yang jarang terjadi. Di lingkungan pesantren, khususnya di kelas saya, drama seperti ini adalah santapan sehari-hari yang selalu berhasil menghadirkan dinamika antara rasa haru, lucu, dan pelajaran tentang kesabaran.

Misteri Hilangnya Memori di Antrean Ngaji

Sebagai seorang mahasiswi Komunikasi dan Penyuaran Islam (KPI) yang juga bertugas mengajar Al-Qur'an, saya sering mengamati perilaku santri saat mengantre.

Di barisan belakang, suasana biasanya sangat sibuk. Ada santri yang komat-kamit dengan sangat cepat, ada yang saling menyimak satu sama lain, dan ada pula yang terlihat sangat percaya diri karena sudah merasa hafal di luar kepala.

BACA JUGA: Ternyata Bukan Kurang Pintar, Ini Trik 'Ayoman' yang Bikin Santri Melampaui Target Belajar

BACA JUGA: Sejarah dan Budaya Tasikmalaya: Mengenal Jejak Kerajaan Galuh hingga Julukan Kota Santri

Dari perkenalan, saya bisa mendengar suara mereka begitu lancar melafalkan ayat demi ayat tanpa ada keraguan sedikit pun.

Namun, pemandangan berbeda langsung terlihat ketika giliran mereka tiba. Begitu mereka melangkah maju, duduk di atas karpet tepat di hadapan saya, dan membuka kitab, keajaiban aneh pun terjadi.

Sosok yang tadinya lancar di belakang tiba-tiba menjawab seribu bahasa. Mata mereka mulai mengerjap-ngerjap bingung, jari-jari tangan mereka terlihat sedikit gemetar memainkan pinggiran kitab, dan dahi mereka mulai berkerut seolah-olah sedang menghasilkan tenaga kerja otak.

Biasanya, kalimat andalan yang keluar adalah, "Aneh ustadzah, tadi padahal di belakang saya sudah lancar dan hafal banget, tapi kok sekarang tiba-tiba hilang ya? Kok jadi lupa semua begini?" Kalimat itu sering diucapkan dengan nada pasrah sekaligus bingung.

Fenomena ini, jika saya tinjau dari kacamata ilmu komunikasi dan psikologi, sebenarnya adalah bentuk gangguan komunikasi interpersonal yang dipicu oleh kecemasan.

Rasa salah takut, rasa grogi melihat guru yang serius, atau keinginan untuk segera menyelesaikannya agar bisa beristirahat, justru menciptakan blokade di otak mereka. 

BACA JUGA: Bukan Sekadar Pengajian: Misi Pesantren Sirnarasa dalam Menjaga Harmoni Dunia

BACA JUGA: Pesantren Cipasung Jadi Pilot Project Teknologi AI di Jawa Barat, Wagub Dorong Integrasi Imtak nan Teknologi

Kategori :