BACA JUGA: STID Sirnarasa Dorong Pemerataan Pendidikan melalui Program Beasiswa
Meja Setoran sebagai Ruang Kehidupan
Pengalaman-pengalaman ini mengajarkan saya bahwa mengajar di pesantren bukan sekedar mentransfer ilmu dari kitab ke pikiran santri.
Meja setoran adalah ruang belajar yang sangat jujur tentang kehidupan. Di sana, kita belajar tentang bagaimana manusia menghadapi rasa takut, bagaimana mengelola kegagalan saat lupa hafalan, dan bagaimana menjalin komunikasi yang hangat antara guru dan murid.
Tugas saya bukan hanya menyimak makhraj dan tajwid mereka, tetapi juga menjaga agar "api" semangat belajar mereka tidak padam karena rasa takut.
Karena pada akhirnya, yang akan mereka ingat bukan hanya berapa juz yang hafal mereka, tapi bagaimana perasaan mereka saat berada di meja setoran bersama gurunya.
Dengan sedikit kesabaran dan banyak senyum, drama-drama kecil di meja setoran ini justru menjadi bumbu yang membuat pengabdian saya setiap sore terasa lebih berwarna dan bermakna.
Tentang Penulis
Ditulis oleh: Annisa Latifah
Penulis merupakan seorang Guru Al-Qur'an Metode Qiroati dengan pengalaman mengajar selama lebih dari 3 tahun di lingkungan pondok pesantren.
Saat ini, ia juga sedang menempuh pendidikan tinggi di program studi Komunikasi dan Penyuaran Islam, STID Sirnarasa.
Dengan latar belakang sebagai pengajar Qiroati, penulis memiliki fokus mendalam pada teknik bacaan sekaligus pendekatan psikologis dalam membimbing santri.
Artikel ini ditulis berdasarkan observasi nyata dan pengalaman mandiri penulis dalam menghadapi dinamika belajar santri di masa transisi.