Transformasi Mimbar ke Gadget: Bagaimana Saya Menemukan Metode Dakwah yang Tepat

Senin 26-01-2026,01:00 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

3. Isi Pesan

Isi pesan harus sangat di perhatikan karena subtansi dakwah terlihat dari isi pesan yang di sampaikan, karena percuma ketika kita menyampaikan dakwah sangat panjang tetapi isi dalam dakwah tersebut kosong. Contohnya teks nya "Lihat pencapaian orang lain di sosmed emang bikin capek.

Tapi ingat, bunga aja mekar di waktu yang beda-beda. Alloh punya timing yang pas buat kamu. Tugasmu bukan jadi lebih cepat dari mereka, tapi jadi lebih taat dari dirimu yang kemarin." Ketika kita menulis seperti ini seakan akan kita masuk kedunia mereka, merasakan apa yang mereka rasakan. 

4. Sumber harus valid

Ketika kita ingin menjangkau anak muda dalam berdakwah harus menyertakan sumber yang jelas, karena anak muda itu kebanyakan mempunyai pemikiran yang kritis.

Dalam dunia digital, informasi menyebar secepat kilat. Jika dakwah digital tidak memiliki sumber yang valid (Al-Qur'an, Hadits yang jelas, atau pendapat ulama yang diakui), risikonya sangat besar.

Saat kita berdakwah, kita sedang membawa nama Islam. Jika kita menyebarkan info yang salah atau hadits palsu (maudhu), orang lain bisa salah paham terhadap ajaran agama. Kita tentu tidak ingin niat baik kita justru merusak citra Islam hanya karena kurang teliti.

Penelitian terhadap remaja Muslim menunjukkan dakwah digital efektif membentuk pemahaman, sikap, dan perilaku keagamaan. Sebagai contoh, dalam sebuah studi di kalangan Gen-Z, terdapat respons yang terbagi, di mana sekitar 44,2% responden menganggap media belajar online (digital) efektif atau sangat efektif. 

Artikel ini disusun berdasarkan penelitian yang didukung oleh kampus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa dan melibatkan mahasiswa kampus sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa. 

Review di lakukan secara independent dengan melihat data-data statistik diberbagai website terkait.

Tentang penulis 

Ditulis oleh : Acep Deden Praja Tasman 

Penulis adalah seorang Mahasiswa Sekolah tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa semester 5, dengan mengambil Progam studi komunikasi dan penyiaran Islam, didalam program studi ini sangat berfokus pada pada penyiaran Islam yang mengedepankan berbasis digital karena menyesuaikan dengan zaman.

Alamat penulis bertempat di Dusun Cidahu, Kecamatan Panjalu, Pabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, lahir pada tanggal 19 mei 2004,

Penulis memegang beberapa akun yang didalamnya terdapat konten konten dakwah, lalu penulis juga tidak hanya terjun di bidang dakwah digital tetapi juga didalam dakwah konvensional / dari mimbar ke mimbar.

BACA JUGA:Wadahi Pensiunan, Pengurus PPI Kota Banjar Resmi Dikukuhkan, Siap Berkolaborasi Implementasikan Stranas Lansia

Kategori :