BACA JUGA:Berhenti Pura-Pura Hebat: Rahasia Jadi Percaya Diri Tanpa Insecure
3. Teknik "Small Steps": Jangan Langsung Ekstrem
Salah satu kesalahan pemula adalah langsung mencoba sholat 11 rakaat di malam pertama. Hal ini seringkali berujung pada kelelahan dan rasa jera di malam berikutnya.
Gunakan prinsip perubahan kecil:
Mulailah dengan 2 rakaat saja. Konsistensi jauh lebih dicintai daripada kuantitas yang hanya bertahan semalam.
Pasang alarm di tempat yang jauh. Letakkan alarm di ujung kamar agar kamu terpaksa bangun dan berjalan untuk mematikannya. Begitu kaki melangkah, kantuk biasanya akan sedikit berkurang.
Langsung berwudhu. Jangan duduk di tepi kasur setelah mematikan alarm. Segera basuh wajah dengan air dingin untuk mengaktifkan kembali saraf-sarafmu.
4. Memahami Nilai di Balik Keheningan
Sulit untuk konsisten melakukan sesuatu jika kita tidak tahu "kenapa" kita melakukannya. Sholat malam bukan sekadar ritual menggugurkan kewajiban sunnah. Ini adalah momen privasi paling intim antara hamba dan Tuhan.
Bayangkan sepertiga malam sebagai waktu di mana "jalur komunikasi" sedang sangat sepi dan doa-doamu meluncur tanpa hambatan. Saat kamu menyadari bahwa Tahajud adalah cara untuk mendapatkan
ketenangan batin (inner peace) di tengah dunia yang berisik, maka rasa berat itu akan perlahan berganti menjadi rasa butuh. Kamu akan merasa rugi jika melewatkan satu malam saja tanpa "curhat" kepada-Nya.
5. Jangan Menyerah Saat Gagal
Akan ada malam-malam di mana kamu tetap kesiangan meskipun sudah bersiap. Jangan biarkan satu kegagalan membuatmu berhenti total. Jika semalam gagal, evaluasi apa penyebabnya apakah karena terlalu lelah, atau karena tidur terlalu larut? Maafkan dirimu, lalu coba lagi malam berikutnya.
Konsistensi bukanlah tentang kesempurnaan tanpa cela, melainkan tentang keberanian untuk terus kembali bangkit setelah terjatuh.
Sholat malam adalah tentang melatih otot disiplin spiritual. Awalnya mungkin akan terasa seperti paksaan, namun seiring berjalannya waktu, ia akan berubah menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi kenikmatan.