BACA JUGA:Dokter Tirta Ungkap Bahaya Begadang: Dari Penurunan Imunitas Hingga Risiko Penyakit Serius
3. Jadikan AI Teman Brainstorming
Kadang kita stuck di ide atau kata-kata. AI bisa jadi teman brainstorming. Cukup beri kata kunci atau topik, AI akan memberikan beberapa versi ide yang bisa kamu pilih atau ubah.
Tapi jangan langsung pakai begitu saja. Pilih yang cocok, ubah sedikit, dan tambahkan sentuhan pribadi. Dengan begitu, tulisan tetap terasa asli dari kamu, bukan dari mesin.
4. Tambahkan Sentuhan Pribadi
AI bisa menulis dengan cepat, tapi hati dan pengalaman tetap datang dari kita. Setelah AI membuat draft, baca lagi, edit, dan tambahkan pengalaman pribadi atau opini unikmu. Inilah yang membuat tulisan tetap terasa “aku banget”.
Misalnya, AI membuat daftar tips produktivitas, kamu bisa menambahkan pengalamanmu: “Aku pernah coba cara ini dan hasilnya…” atau “Kalau aku pribadi, lebih suka cara ini…” Ini membuat pembaca merasa dekat dan mudah mengerti.
5. Gunakan AI untuk Mempercepat, Bukan Mengganti
Ingat, tujuan AI adalah mempercepat, bukan mengganti penulis. Gunakan AI untuk menghemat waktu di bagian yang berulang seperti riset, membuat kerangka, atau draft awal. Fokuskan energi kamu pada bagian kreatif dan personalisasi tulisan.
Dengan begitu, kamu tetap menjadi penulis kreatif, tapi pekerjaanmu jadi lebih ringan dan produktif.
BACA JUGA:Otak Jadi Tumpul Akibat Medsos? dr. Lilir Amalini, Sp.N Ungkap Rahasia Memulihkan 'Brain Rot'
BACA JUGA:Jangan Tunggu Tumbang! Tips Pola Hidup Sehat Paling Logis dari dr. Tirta
AI Bukan Lawan, Tapi Teman Menulismu
AI hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi memberi kesempatan kita menulis lebih cepat dan tetap kreatif. Kuncinya adalah menyeimbangkan teknologi dengan sentuhan pribadi.
AI hanyalah alat, bukan identitas kita. Dengan tips di atas, kamu tetap bisa menjadi penulis dengan suara sendiri sekaligus pintar memanfaatkan teknologi.