BACA JUGA:Kalau Ditanya Pasti Bingung? Ini 8 Tanda Orang Avoidant Attachment
BACA JUGA:Bisa Banyak Hal tapi Tidak Menonjol? Mungkin Kamu Mengalami Kutukan Platypus
Cara Memutus Siklus Prokrastinasi
Banyak orang berpikir solusinya adalah disiplin keras dan memaksa diri. Padahal, terlalu keras pada diri sendiri justru menambah emosi negatif dan bikin tugas terasa makin menakutkan.
Yang lebih dibutuhkan adalah mengelola emosi.
Coba mulai dengan memecah tugas besar jadi langkah kecil yang lebih masuk akal. Jangan fokus harus langsung selesai, cukup fokus mulai.
Kamu juga bisa menulis atau merenung sebentar, sebenarnya apa yang bikin tugas ini terasa berat. Apakah takut salah, takut dinilai, atau merasa nggak cukup mampu.
Dengan menyadari akarnya, tekanan emosionalnya bisa berkurang.
Singkirkan distraksi yang paling mudah menggoda. Dan yang paling penting, latih self-compassion atau sikap berbelas kasih ke diri sendiri.
Berhenti memaki diri sendiri. Mengakui bahwa menunda itu manusiawi, lalu pelan-pelan memperbaiki cara menghadapinya.
Tugas ini Berat, atau Kita yang Terlalu Keras ke Diri Sendiri?
Prokrastinasi bukan musuh yang harus diperangi habis-habisan, tapi sinyal bahwa ada emosi yang perlu kita dengarkan.
Daripada terus menyalahkan diri sendiri, mungkin kita bisa mulai bertanya, “Apa yang sebenarnya aku takutkan dari tugas ini?”
Coba pikirkan satu tugas yang sedang kamu tunda hari ini. Bukan untuk langsung menyelesaikannya, tapi untuk memahami kenapa kamu menundanya.
Dari situ, mungkin langkah kecil pertama bisa terasa lebih ringan.