RADARTASIKTV.ID - Mungkin kita sering menunda-nunda pekerjaan.
Tugas sudah jelas ada di depan mata, deadline juga kelihatan nyata, tapi entah kenapa tangan malah refleks buka ponsel.
Scroll sebentar, nonton sebentar, lalu bilang ke diri sendiri, “Nanti aja deh, masih ada waktu.” Nah, kebiasaan ini sebenarnya punya istilah khusus, namanya prokrastinasi.
BACA JUGA:Tren Dopamine Fasting 2026: Benarkah Ampuh Mengatasi Kecanduan Media Sosial dan Menjaga Fokus
BACA JUGA:Ketika Sastra Bicara: Buku-Buku yang Mencatat Sejarah dan Luka Indonesia
Hampir semua orang pernah mengalaminya. Dari pelajar, mahasiswa, sampai pekerja profesional. Jadi kalau kamu sering merasa bersalah karena menunda, tenang, kamu nggak sendirian.
Sebenarnya, Apa Itu Prokrastinasi?
Prokrastinasi bukan sekadar menunda.
Kita semua pasti pernah menunda sesuatu karena memang ada prioritas lain yang lebih penting, dan itu normal.
Yang disebut prokrastinasi adalah ketika kita menunda pekerjaan yang sebenarnya sudah kita niatkan untuk dikerjakan, tanpa alasan yang jelas, padahal kita tahu akibatnya akan berdampak buruk buat diri sendiri.
Misalnya, kamu sudah tahu laporan harus dikumpulkan besok, tapi tetap memilih menghindar. Bukan karena nggak sempat, tapi karena rasanya berat duluan sebelum mulai.
Menariknya, prokrastinasi ini bukan soal kurang disiplin atau nggak bisa mengatur waktu. Akar masalahnya justru ada di emosi.
Saat Otak Menganggap Tugas sebagai Ancaman
Saat kita menghadapi tugas yang terasa sulit, menekan, atau bikin minder, otak kita meresponsnya seperti ancaman.
Amygdala, bagian otak yang mengatur emosi dan rasa takut, akan aktif dan memicu respons stres. Tubuh masuk ke mode fight, flight, atau freeze.