Belajar Ikhlas dan Tawakal Menghadapi Ujian Hidup, Pesan Ustadzah Oki Setiana Dewi

Sabtu 07-02-2026,13:30 WIB
Reporter : Annisa Latifah
Editor : Hilmi Pramudya

Makna Mendalam Surah Al-Baqarah Ayat 216

Dalam ceramah tersebut, Ustadzah Oki juga mengulas Surah Al-Baqarah ayat 216 yang menyampaikan bahwa sesuatu yang dibenci manusia bisa jadi baik menurut Allah, dan sebaliknya.

Pesan ini dinilai sangat relevan dengan kehidupan modern, di mana banyak orang merasa kecewa saat harapan tidak terwujud.

Ustadzah Oki mengingatkan agar umat Islam tidak tergesa-gesa menyimpulkan takdir sebagai keburukan.

Iman kepada Takdir sebagai Sumber Ketenangan

Menurut Ustadzah Oki, banyak kegelisahan dan tekanan batin muncul karena lemahnya iman terhadap qada dan qadar.

Beriman kepada takdir bukan berarti menyerah tanpa usaha, melainkan menerima dengan lapang dada sambil tetap berikhtiar.

Seseorang yang yakin pada ketetapan Allah akan lebih tenang dalam menjalani hidup dan tidak mudah putus asa saat menghadapi kesulitan.

BACA JUGA:Persiapan Ramadan Menurut Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri: Mengapa Sya’ban Begitu Istimewa?

BACA JUGA:Menjelang Ramadan, Ini Amalan Spesial Bulan Sya’ban yang Dicontohkan Langsung oleh Nabi Muhammad SAW

Keteladanan Perempuan Mulia dalam Islam

Ustadzah Oki juga menyampaikan kisah-kisah perempuan mulia dalam Islam, seperti ibunda Nabi Musa AS yang dengan penuh tawakal menghanyutkan bayinya ke sungai atas perintah Allah.

Kisah tersebut menjadi bukti bahwa ketawakkalan yang tulus akan selalu berbuah kebaikan. Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang berserah diri sepenuhnya.

Al-Qur’an sebagai Pedoman Menghadapi Ujian

Di akhir ceramah, Ustadzah Oki mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Tanpa Al-Qur’an, manusia akan mudah kehilangan arah dalam menghadapi ujian dunia.

Ia mengajak umat Islam untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami maknanya, maupun mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kategori :