Cara Makan yang Mempengaruhi Keseimbangan Gula Darah
Buku Glucose Revolution menekankan bahwa menjaga gula darah tetap stabil tidak selalu memerlukan diet ketat.
Perubahan sederhana dalam kebiasaan makan dapat memberikan dampak signifikan. Salah satunya adalah memperhatikan urutan makan.
Penulis mengibaratkan makanan sebagai tamu dalam sebuah pesta, di mana setiap tamu perlu masuk dengan urutan yang tepat agar suasana tetap kondusif.
Mengonsumsi serat di awal makan membantu membentuk lapisan pelindung pada sistem pencernaan dan memperlambat penyerapan gula.
Setelah itu, protein dan lemak berperan dalam memberikan rasa kenyang. Karbohidrat sebaiknya dikonsumsi terakhir karena memiliki potensi terbesar memicu lonjakan gula darah.
Dengan urutan ini, tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dan mengelola glukosa secara lebih terkendali.
BACA JUGA:Ingin Disukai Banyak Orang? Maudy Ayunda Ungkap 3 Pelajaran Penting dari Buku Dale Carnegie
BACA JUGA:Tips Disiplin Membangun Kebiasaan ala Maudy Ayunda, Fokus Bangun Sistem Bukan Sekadar Target
Pentingnya Sarapan dan Aktivitas Setelah Makan
Kondisi tubuh setelah bangun tidur membuatnya lebih sensitif terhadap gula. Oleh karena itu, sarapan dengan makanan asin yang mengandung protein dan lemak dinilai lebih baik dibandingkan sarapan manis.
Apa yang dikonsumsi di pagi hari akan memengaruhi respons gula darah sepanjang hari.
Selain itu, aktivitas ringan setelah makan, seperti berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit, dapat membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi.
Kebiasaan sederhana ini berkontribusi besar dalam menjaga kestabilan gula darah sekaligus meningkatkan energi harian.
Mengubah Cara Pandang terhadap Gula
Salah satu pesan utama dari Glucose Revolution adalah bahwa gula tidak harus menjadi musuh. Glukosa merupakan sumber energi utama tubuh, sehingga menghilangkannya sepenuhnya bukanlah solusi yang realistis.