Secara umum, tidak ada batas maksimal yang kaku selama ginjal berfungsi normal. Namun, minum air secara berlebihan dalam waktu sangat singkat juga tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
Idealnya, konsumsi air dilakukan secara bertahap, bukan langsung dalam jumlah besar sekaligus. Tubuh memiliki kemampuan menyerap cairan secara optimal jika diberikan secara bertahap.
Pola Minum yang Disarankan Saat Puasa
Agar kebutuhan cairan tercukupi, Anda bisa menggunakan metode pembagian waktu berikut:
- 1. Metode 2-4-2
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas antara setelah berbuka hingga sebelum tidur
- 2 gelas saat sahur
Metode ini membantu tubuh menyerap cairan secara bertahap dan mencegah rasa begah.
2. Minum Perlahan, Jangan Sekaligus
BACA JUGA:Benarkah Puasa Bisa Menyembuhkan Asam Lambung? Ini Penjelasan Dokter yang Perlu Kamu Tahu
BACA JUGA:Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik: Lakukan 5 Hal Ini Segera
Hindari langsung minum terlalu banyak dalam satu waktu. Selain membuat perut terasa penuh, tubuh juga tidak dapat menyerap cairan secara maksimal.
3. Perhatikan Warna Urin
Warna urin bisa menjadi indikator hidrasi. Jika berwarna kuning muda atau jernih, berarti tubuh cukup cairan. Jika pekat, artinya perlu menambah asupan air.
Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Air
Setiap orang memiliki kebutuhan cairan berbeda, tergantung pada:
- Berat badan
- Tingkat aktivitas
- Suhu lingkungan
Kondisi kesehatan (misalnya ibu hamil atau menyusui membutuhkan lebih banyak cairan)
Orang yang rutin berolahraga atau bekerja di luar ruangan mungkin membutuhkan lebih dari 2,5 liter per hari.
Tips Tambahan Agar Tidak Mudah Dehidrasi