RADARTASIKTV.ID-Menjalankan ibadah puasa berarti menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dalam rentang waktu tersebut, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sama sekali. Karena itu, menjaga keseimbangan cairan menjadi hal yang sangat penting agar puasa tetap lancar dan tubuh terhindar dari dehidrasi.
Banyak orang bertanya, sebenarnya berapa banyak air putih yang perlu dikonsumsi saat puasa agar tetap sehat? Jawabannya bergantung pada kondisi tubuh masing-masing, tetapi ada pedoman umum yang bisa dijadikan acuan.
BACA JUGA:Modal 22 Ribu Bisa Jadi Cuan, Intip Ide Jualan Pempek Bakar Isi Ayam Pedas untuk Ramadan 2026
Mengapa Cairan Sangat Penting Saat Puasa?
Air memiliki peran vital dalam tubuh. Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri dari cairan. Air membantu mengatur suhu tubuh, melancarkan pencernaan, menjaga fungsi ginjal, serta membantu sirkulasi darah.
Saat berpuasa, tubuh tetap mengeluarkan cairan melalui keringat, urin, dan pernapasan. Jika cairan yang hilang tidak diganti dengan cukup saat berbuka dan sahur, tubuh bisa mengalami dehidrasi.
Gejala dehidrasi antara lain:
- Rasa haus berlebihan
- Pusing dan lemas
- Bibir dan kulit kering
- Urin berwarna pekat
- Sulit berkonsentrasi
Jika dibiarkan, dehidrasi berat dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Berapa Minimal Konsumsi Air Saat Puasa?
Menurut anjuran kesehatan umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 2 hingga 2,5 liter air per hari, atau setara dengan 8–10 gelas. Saat puasa, jumlah ini tetap menjadi acuan minimal, hanya saja waktu konsumsinya diatur antara berbuka hingga sahur.
Minimal yang dianjurkan:
- 2 liter per hari (sekitar 8 gelas)
Jumlah ini bisa bertambah jika seseorang memiliki aktivitas fisik tinggi, sering berkeringat, atau berada di lingkungan panas.
Apakah Ada Batas Maksimal Minum Air?