RADARTASIKTV.ID - Jika kita berjalan-jalan di kafe-kafe hits di Bandung atau melihat konten video pendek di TikTok dan Instagram, ada satu suara unik yang sering kali muncul di sela-sela dentuman musik indie atau pop modern.
Suara itu serak-serak basah, penuh energi, dan kental dengan cengkok Sunda yang khas. Ya, itu adalah suara Hendarso, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Darso.
Meskipun beliau telah wafat pada tahun 2011, karyanya seolah menolak untuk pudar.
BACA JUGA:Modal Sederhana, Untung Menarik! Leum Kluen Jadi Ide Jualan Takjil 2026
Fenomena "Darsoism" kini justru merambah ke generasi Z dan Milenial akhir. Lantas, apa yang membuat musik seorang musisi calung legendaris tetap relevan di telinga anak muda zaman sekarang?
1. Eksentrisitas yang Melampaui Zaman
Darso bukan sekadar penyanyi; ia adalah seorang performer.
Gaya panggungnya yang nyentrik dengan kacamata hitam, rambut jabrik, dan gaya berpakaian ala bintang rock membuatnya dijuluki sebagai "Michael Jackson-nya Jawa Barat".
BACA JUGA:9 Tools AI Paling Gila di 2026: Rahasia Pebisnis Cerdas Bangun Bisnis dari Nol
Bagi anak muda sekarang yang sangat menghargai originality dan keberanian tampil beda, sosok Darso adalah simbol autentisitas.
Ia tidak berusaha menjadi orang lain. Ia membuktikan bahwa musik tradisional (calung) bisa tampil sangat keren, edgy, dan penuh gaya tanpa kehilangan jati dirinya.
2. Eksperimen Musik yang "Out of the Box"
Secara musikalitas, Darso adalah seorang revolusioner. Ia tidak ragu mencampurkan ketukan calung yang tradisional dengan instrumen modern seperti keyboard, gitar elektrik, hingga drum.