Masih Relevan! Mengapa Anak Muda Zaman Sekarang Kembali Mendengarkan Darso

Sabtu 14-02-2026,16:00 WIB
Reporter : Moch Najib
Editor : Hilmi Pramudya

Hasilnya adalah musik yang disebut Pop Sunda, namun dengan jiwa rock dan pop yang kental.

Lagu-lagu seperti "Kabogoh Jauh" atau "Dadali Manting" memiliki ritme yang catchy dan mudah dinikmati untuk bergoyang.

BACA JUGA:Belajar Bahasa Asing Ternyata Bisa Cegah Pikun? Ini Manfaat Tersembunyinya yang Jarang Disadari

BACA JUGA:Ramadhan Hemat: Cara Mengatur Budget Belanja Dapur dan Bukber Agar Tidak 'Bocor'

Bagi telinga anak muda yang bosan dengan formula musik pop yang itu-itu saja, aransemen musik Darso menawarkan kesegaran sekaligus nuansa retro yang estetik.

3. Lirik yang Jujur, Jenaka, dan Relate

Salah satu kekuatan utama Darso terletak pada liriknya. Ia tidak selalu bicara tentang cinta yang puitis dan mengawang-ngawang.

Darso bicara tentang realitas sosial, kejujuran perasaan, hingga humor yang getir.

  • "Kabogoh Jauh" bicara tentang hubungan jarak jauh (LDR) yang relevan sepanjang masa.
  • "Maripi" atau "Dina Amparan Sajadah" menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan dengan cara yang sederhana namun dalam.

Bahasa Sunda yang digunakan pun sangat membumi (Sunda loma), sehingga pendengar muda merasa seperti sedang mendengarkan nasihat atau curhatan dari seorang paman yang asyik.

4. Gelombang "Local Pride" dan Nostalgia Digital

Di era digital, ada gerakan kuat di kalangan anak muda untuk kembali menggali akar budaya lokal atau yang sering disebut local pride.

Mendengarkan Darso bukan lagi dianggap "kampungan", melainkan dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap identitas budaya yang keren.

Kehadiran platform seperti Spotify dan YouTube memudahkan anak muda mengakses arsip musik lama.

Selain itu, banyaknya remix lagu Darso dalam versi koplo atau jedag-jedug di media sosial membuat lagu-lagunya tetap eksis di lantai dansa masa kini.

5. Karisma yang Tak Tergantikan

Ada sisi emosional yang kuat setiap kali kita mendengarkan lagu Darso. Ia membawa semangat keceriaan sekaligus melankoli di saat yang bersamaan.

Kategori :