Suaranya yang "nyerep ka hate" (meresap ke hati) memberikan rasa nyaman dan kebanggaan bagi orang Sunda, di mana pun mereka berada.
Relevansi Darso di masa sekarang membuktikan bahwa kualitas karya seni yang dibuat dengan kejujuran tidak akan pernah kedaluwarsa.
Darso berhasil menjembatani kesenjangan antara tradisional dan modern, antara orang tua dan anak muda.
Selama denyut kehidupan masyarakat Jawa Barat masih berdetak, lagu-lagu Darso akan tetap menjadi soundtrack yang abadi, mengisi ruang-ruang publik, dan menemani perjalanan pulang siapa pun yang merindukan suasana tanah parahyangan.