Metode ini masih digunakan pelajar hingga sekarang, meski sudah ditulis dengan simbol modern. Pada masa Al Khwarizmi, semua persamaan dijelaskan menggunakan kalimat, bukan simbol angka seperti saat ini.
Penyebar Sistem Angka Modern
Salah satu jasa terbesar Al Khwarizmi adalah memperkenalkan sistem angka 0–9 ke dunia Islam dan Eropa. Sistem ini berasal dari India dan disempurnakan penggunaannya melalui penjelasan ilmiahnya.
Konsep angka nol sendiri telah lebih dulu dikembangkan oleh matematikawan India Brahmagupta. Al Khwarizmi kemudian menyusun metode perhitungan berbasis nilai tempat yang jauh lebih praktis dibanding angka Romawi.
Ketika karya-karyanya diterjemahkan ke bahasa Latin pada abad ke-12, namanya ditulis sebagai “Algoritmi.” Dari sinilah muncul istilah “algorithm” atau algoritma yang kini menjadi dasar pemrograman komputer.
BACA JUGA:5 Kunci Ketenangan Hati Saat Diuji: Pesan Mendalam Ustadzah Oki Setiana Dewi dari Kisah Siti Maryam
BACA JUGA:Bukan Soal Ranking, Ini Kritik Sistem Pendidikan dalam The Learning Game Versi Maudy Ayunda
Ahli Banyak Bidang Ilmu
Selain matematika, Al Khwarizmi juga berkontribusi besar dalam geografi dan astronomi. Ia menyusun buku geografi yang memuat koordinat ribuan lokasi di dunia dan memperbaiki kesalahan peta sebelumnya.
Karyanya membantu para ilmuwan membuat peta yang lebih akurat untuk navigasi. Dalam bidang astronomi, ia menyusun tabel posisi matahari, bulan, dan planet serta memperkenalkan tabel sinus yang menjadi dasar trigonometri.
Karya astronominya diterjemahkan oleh sarjana Inggris Adelard of Bath dan dipelajari di Eropa selama berabad-abad.
Warisan Abadi bagi Dunia Modern
Al Khwarizmi wafat sekitar tahun 850 M, tetapi pengaruhnya tidak pernah hilang. Sistem angka yang ia sebarkan menjadi standar global, sementara konsep algoritmanya kini menjadi fondasi teknologi digital.
Para sejarawan sains menyebutnya sebagai jembatan ilmu pengetahuan dunia karena ia menggabungkan pengetahuan dari berbagai peradaban lalu menyebarkannya kembali dalam bentuk yang lebih sistematis.
Tanpa jasanya, matematika modern, komputasi, dan teknologi informasi mungkin tidak akan berkembang seperti sekarang.
Kisah Al Khwarizmi menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan mampu melampaui zaman. Dari ruang belajar sederhana di Baghdad, pemikirannya menjalar hingga ke era kecerdasan buatan menjadikannya salah satu ilmuwan paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia.