Cahaya Ramadan: Mengapa Membaca Al-Qur’an Jadi Amalan Istimewa

Rabu 18-02-2026,19:00 WIB
Reporter : Rizki Ageng
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID-Bulan Ramadan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh suka cita, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kualitas spiritual.

Salah satu amalan yang paling identik dengan bulan suci ini adalah membaca Al-Qur’an. Tidak heran jika masjid-masjid dipenuhi suara lantunan ayat suci, baik setelah salat fardu maupun saat pelaksanaan tarawih.

Lalu, mengapa membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang begitu istimewa di bulan Ramadan?

BACA JUGA:Upacara 17 Februari di Makodim 0612/Tasikmalaya Sarat Nilai Spiritual, Dandim Tekankan Soliditas dan Keteladan

BACA JUGA:Es Cendol Kecebong: Takjil Buka Puasa yang Bikin Seger, Manis, dan Ketagihan

Ramadan, Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Keistimewaan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan tidak terlepas dari sejarah turunnya kitab suci itu sendiri.

Allah menurunkan Al-Qur’an pertama kali pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Peristiwa agung ini menjadi titik awal perubahan besar dalam peradaban manusia.

Karena itulah, Ramadan sering disebut sebagai “bulan Al-Qur’an.” Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada kitab sucinya.

Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada umat manusia.

Pahala yang Dilipatgandakan

Salah satu alasan utama mengapa membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan begitu istimewa adalah pahala yang dilipatgandakan.

Pada dasarnya, setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an bernilai pahala. Namun, di bulan Ramadan, setiap amalan kebaikan mendapatkan ganjaran yang berlipat.

Bayangkan jika satu huruf saja sudah bernilai pahala, maka berapa banyak pahala yang diperoleh ketika seseorang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan? Inilah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan.

Ramadan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak tilawah dan memperbaiki kualitas bacaan.

BACA JUGA:2026 Makin Gila! Ini Skill yang Wajib Kamu Punya Kalau Nggak Mau Ketinggalan

BACA JUGA:Lebaran Bukan Sekadar Baju Baru: Menemukan Kembali Esensi Maaf di Tengah Keramaian

Menenangkan Hati dan Pikiran

Selain pahala yang besar, membaca Al-Qur’an juga memberikan ketenangan batin. Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, lantunan ayat suci mampu menenangkan hati dan menjernihkan pikiran.

Ramadan yang identik dengan suasana spiritual membuat efek ketenangan itu terasa semakin kuat.

Ketika seseorang membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan, ia tidak hanya melafalkan huruf demi huruf, tetapi juga menyerap makna dan hikmah di dalamnya.

Inilah yang menjadikan tilawah sebagai sarana muhasabah diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah.

Menghidupkan Sunnah Rasulullah

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan.

Bahkan, beliau bertadarus bersama Malaikat Jibril setiap malam selama bulan suci. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya interaksi dengan Al-Qur’an di bulan Ramadan.

Menghidupkan kebiasaan ini berarti mengikuti sunnah Rasulullah. Umat Islam dianjurkan untuk meneladani beliau dengan memperbanyak tilawah, baik secara pribadi maupun berjamaah.

Momentum Memperbaiki Diri

Ramadan sering disebut sebagai bulan latihan. Puasa melatih kesabaran, tarawih melatih kedisiplinan, dan membaca Al-Qur’an melatih kedekatan spiritual.

Banyak orang menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk lebih rutin membaca Al-Qur’an, bahkan setelah bulan suci berakhir.

Membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi juga upaya memperbaiki akhlak dan perilaku. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman hidup yang membimbing manusia menuju jalan kebaikan.

Menjemput Syafaat di Hari Akhir

Keutamaan lain membaca Al-Qur’an adalah mendapatkan syafaat di hari kiamat. Al-Qur’an akan menjadi penolong bagi orang-orang yang rajin membacanya dan mengamalkan isinya. Ramadan menjadi waktu terbaik untuk membangun kedekatan tersebut.

Semakin sering seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin kuat pula hubungannya dengan petunjuk hidup yang Allah berikan. Inilah cahaya yang menerangi perjalanan dunia hingga akhirat.

Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ibadah istimewa yang sarat makna dan pahala. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan penuh ampunan, dan bulan penuh keberkahan.

Setiap huruf yang dibaca menjadi ladang pahala, setiap ayat yang direnungkan menjadi sumber ketenangan.

Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa memperbanyak tilawah. Jadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk kembali kepada Al-Qur’an, memperbaiki diri, dan meraih keberkahan hidup.

Semoga cahaya Ramadan selalu menerangi hati kita melalui lantunan ayat-ayat suci-Nya.

BACA JUGA:Siasat Jitu Mudik Nyaman dan Hemat: Persiapan Matang Menuju Hari Kemenangan

BACA JUGA:Tradisi Lebaran Gen Z: Tetap Seru Tanpa Pertanyaan 'Kapan Nikah?'

Kategori :