BACA JUGA:Penderita Maag dan GERD Wajib Tahu, Ini 8 Makanan Aman untuk Lambung
Peradangan Lambung Bisa Menurun
Peradangan merupakan penyebab utama nyeri lambung. Pola makan tidak sehat seperti konsumsi makanan berlemak, tinggi gula, atau olahan berlebihan sering memicu inflamasi.
Puasa menghentikan sementara masuknya makanan pemicu radang tersebut. Tubuh kemudian memproduksi zat antiinflamasi alami yang membantu menenangkan jaringan lambung.
Saat peradangan mereda, produksi asam menjadi lebih stabil dan gejala seperti panas di ulu hati ikut berkurang.
Hubungan Stres dan Asam Lambung
Faktor psikologis juga berpengaruh besar terhadap kesehatan lambung. Stres memicu otak menghasilkan hormon kortisol yang merangsang produksi asam lambung walau tidak ada makanan.
Puasa dapat membantu menenangkan pikiran dan menurunkan stres. Kondisi emosional yang lebih stabil membuat produksi hormon kortisol berkurang dan digantikan hormon endorfin yang menimbulkan rasa nyaman.
Efeknya, sinyal berlebih ke lambung berkurang sehingga asam tidak diproduksi secara berlebihan.
Pola Makan Saat Puasa Tetap Menentukan
Meski puasa memiliki manfaat, hasilnya bisa berkurang jika pola makan saat sahur dan berbuka tidak dijaga.
Makanan pedas, asam, kopi, dan minuman bersoda dapat mengiritasi lambung yang sedang dalam masa pemulihan.
Disarankan mengonsumsi makanan secara perlahan, tidak berlebihan, serta memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal agar lambung tidak cepat kosong. Air putih hangat juga dianjurkan untuk membantu menenangkan perut.
BACA JUGA:5 Makanan yang Bisa Memperparah Lambung hingga Bocor, Dokter Ingatkan Bahayanya
BACA JUGA:Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik: Lakukan 5 Hal Ini Segera
Kapan Penderita Maag Harus Berhenti Puasa?