Kadang kita merasa terlalu banyak salah. Terlalu sering lalai. Tapi Allah Maha Pengampun, jauh melebihi siapa pun yang pernah kita kenal.
BACA JUGA:Tarawih 11 atau 23 Rakaat, Boleh Gak 4 Rakaat Satu Salam? Ini Penjelasan Lengkapnya
Membersihkan Noda
Ada perumpamaan yang indah. Bayangkan kamu punya baju putih yang terkena noda kopi. Apa yang kamu lakukan dulu?
Menghiasnya atau membersihkan nodanya?
Tentu membersihkan nodanya dulu.
Istigfar itu seperti membersihkan noda di hati. Sementara amalan-amalan lain adalah hiasannya. Keduanya penting, tapi yang pertama harus dibereskan dulu.
Makanya setelah salat pun kita membaca:
أستغفر الله
Padahal kita baru saja melakukan ibadah terbaik. Kenapa masih istigfar?
Karena mungkin ada kekurangan dalam salat kita. Mungkin kurang khusyuk. Mungkin pikiran sempat ke mana-mana. Atau sekadar merasa belum cukup membalas semua nikmat Allah.
Itu bukan pesimis. Itu tanda hati yang hidup.
Doa Istigfar yang Paling Utama
Ada satu istigfar yang disebut sebagai Sayyidul Istigfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ