Kenapa Puasa Malah Bikin Lemas? Ini Kesalahan Sahur dan Buka yang Sering Diabaikan

Kenapa Puasa Malah Bikin Lemas? Ini Kesalahan Sahur dan Buka yang Sering Diabaikan

Ilustrasi--Pinterest

RADARTASIKTV.ID - Puasa itu harusnya bikin badan lebih enteng, pikiran lebih jernih, dan hati lebih tenang. Tapi yang sering kejadian justru sebaliknya.

Minggu pertama Ramadan, IGD penuh sama kasus maag kambuh dan gula darah naik. Aneh nggak sih?

Ternyata masalahnya bukan di puasanya. Tapi di cara kita “isi bensin”.

BACA JUGA:Bukan Direbus! Ternyata Begini Cara Mengolah Jahe Agar Khasiatnya Tidak Hilang 50%

BACA JUGA:Tekanan Darah Naik Tanpa Gejala? Kenali Silent Killer yang Mengancam Anak Muda

Kita lagi ngejalanin ibadah yang secara medis itu kayak reset metabolisme. Tubuh dikasih jeda, dikasih waktu buat repair diri. Tapi pas waktunya isi energi, yang masuk malah gula berlebihan, tepung, gorengan, minuman manis. Ibarat mobil lagi diservis total, tapi bensinnya dicampur air.

Ya jelas mesinnya protes.

Puasa Itu Bukan Sekadar Nahan Lapar

Secara medis, puasa itu bisa diibaratkan kayak restart komputer yang sudah kepanasan dipakai setahun. Sistem dibersihkan, hormon ditata ulang, sel-sel lama dibuang. Bahkan ada proses regenerasi sel yang sering dikaitkan dengan efek anti-aging.

Tapi restart ini butuh bahan bakar yang tepat. Istilahnya nutrient density, kepadatan nutrisi. Kalau yang masuk cuma kalori kosong, prosesnya jadi setengah-setengah.

Makanya kita perlu bedah dua momen penting: sahur dan buka.

Sahur: Bekal 14 Jam, Bukan Asal Kenyang

Sahur itu bukan formalitas. Bukan juga sekadar “yang penting ada nasi”. Sahur adalah fondasi energi 14 jam ke depan.

Tujuannya satu: menjaga gula darah tetap stabil. Bukan naik turun kayak roller coaster.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: