Cara Mengubah Rasa Grogi Jadi Prestasi: Tips Mindset Public Speaking Ala Rory Asyari

Selasa 03-02-2026,18:30 WIB
Reporter : Dewi Lestari
Editor : Hilmi Pramudya

BACA JUGA:Mewah Tapi Murah: Bedah Teknologi Blade Battery BYD M6 yang Bikin Biaya Operasional Jadi Seharga Es Kopi

3. Teknik "Tulang Ikan" dan Pentingnya Hook

​Dalam public speaking, 30 detik pertama adalah waktu yang krusial (break it or make it moment). Rory memperkenalkan struktur "Tulang Ikan". Bagian paling penting adalah Hook atau pancingan di awal presentasi.

​Jangan menghabiskan waktu terlalu lama untuk salam formalitas atau menyebutkan daftar tamu terhormat satu per satu.

Gunakan 30 detik pertama untuk melemparkan pertanyaan retoris, memberikan fakta mengejutkan, atau menceritakan kisah singkat yang relevan.

Jika Anda berhasil memenangkan perhatian audiens di detik-detik awal, sisa presentasi Anda akan berjalan jauh lebih mudah.

​4. Strategi Mengatasi Rasa Asing

​Rasa grogi sering muncul karena kita merasa berada di lingkungan asing dengan orang-orang yang "menghakimi". Rory memiliki tips praktis untuk mengatasinya:

​Observasi Ruangan: Datanglah lebih awal. Kenali tata letak panggung, posisi proyektor, hingga sistem suara. Familiaritas dengan tempat akan membuat Anda merasa lebih memegang kendali.

​Ciptakan "Safe Place": Sebelum acara dimulai, ajaklah ngobrol satu atau dua orang calon audiens.

Saat Anda naik ke panggung, carilah wajah mereka di antara kerumunan. Mereka akan menjadi "zona aman" Anda, karena Anda merasa sedang berbicara dengan teman, bukan orang asing. ​

BACA JUGA:Ramadhan Checklist: Persiapan Fisik dan Mental Menuju Bulan Penuh Berkah

BACA JUGA:Filosofi di Balik Nomor 46: Mengenal Lebih Dekat Sosok Valentino Rossi

5. Ritual "Silent Moment"

​Persiapan bukan hanya soal materi, tapi juga mental. Rory membagikan ritual pribadinya, yaitu melakukan Silent Moment sekitar satu jam sebelum tampil.

Ia biasanya mencari tempat tenang (bahkan jika itu di kamar mandi) untuk melakukan rehearse singkat di kepala, mengatur napas, dan menghubungkan kembali dirinya dengan tujuan utama: memberikan dampak (impact).

Kategori :