Jejak Karier CR7: Sejarah dan Transformasi Cristiano Ronaldo di Dunia Bola

Jumat 06-02-2026,16:00 WIB
Reporter : Moch Najib
Editor : Hilmi Pramudya

BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Aturan, Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya Terapkan 'Disiplin Partisipatif'

Puncaknya terjadi pada musim 2007/2008, di mana ia mencetak 42 gol dalam satu musim dan membantu United menjuarai Liga Inggris serta Liga Champions.

Pada tahun 2008, ia meraih gelar Ballon d'Or pertamanya, menandai dimulainya era dominasi individunya.

Menjadi Mesin Gol di Real Madrid (2009–2018)

Kepindahannya ke Real Madrid dengan memecahkan rekor transfer dunia saat itu menjadikannya pusat perhatian global. Di Santiago Bernabéu, Ronaldo mencapai puncak evolusi fisiknya.

Ia tidak lagi sekadar pemain sayap, melainkan "monster" di kotak penalti.

Selama sembilan musim, Ronaldo mencetak 450 gol dalam 438 pertandingan sebuah statistik yang sulit dinalar.

Ia menjadi aktor utama dalam keberhasilan Madrid meraih empat gelar Liga Champions dalam lima tahun, termasuk three-peat (tiga kali berturut-turut) yang bersejarah.

Di sinilah rivalitas abadinya dengan Lionel Messi mencapai titik didih, yang memaksa keduanya terus melampaui batas kemampuan manusia.

Petualangan di Italia dan Kembali ke Rumah (2018–2022)

Mencari tantangan baru, Ronaldo hijrah ke Juventus di Serie A. Meski usianya sudah berkepala tiga, ia tetap menjadi top skor dan membuktikan bahwa disiplin fisiknya melampaui usia biologisnya.

Setelah tiga tahun di Italia, ia melakukan kepulangan emosional ke Manchester United pada 2021.

Meski berakhir dengan polemik, ia tetap menunjukkan ketajamannya sebagai pencetak gol ulung di liga paling kompetitif di dunia.

Legenda Timnas Portugal dan Era Al Nassr

Di level internasional, Ronaldo sukses membawa Portugal menjuarai Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Ia kini memegang rekor sebagai pencetak gol internasional terbanyak sepanjang sejarah, melampaui rekor Ali Daei.

Kategori :