RADARTASIKTV.ID-Perjuangan Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two 2025–26 harus terhenti di babak 16 besar.
Meski berhasil meraih kemenangan 1–0 pada leg kedua, Maung Bandung tetap harus mengakui keunggulan agregat lawan dan mengakhiri langkah mereka di kompetisi Asia musim ini.
Kemenangan tipis tersebut memang sempat membangkitkan harapan. Namun hasil di leg pertama menjadi penentu akhir perjalanan Persib di ACL 2.
Meski demikian, perjuangan dan semangat juang yang ditunjukkan para pemain layak mendapat apresiasi tinggi dari para Bobotoh.
BACA JUGA:Vinícius Jr Menggila! Real Madrid Sikat Real Sociedad 4–1 dan Catat 7 Kemenangan Beruntun
BACA JUGA:Dinamika Sepak Bola Terkini: Harapan Baru Timnas, Kejayaan Persib, dan
Gol Penentu yang Membakar Semangat
Pada leg kedua, Persib tampil dengan determinasi tinggi sejak menit awal. Bermain dengan dukungan penuh suporter, skuad Maung Bandung mencoba tampil lebih agresif dan menekan pertahanan lawan.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-39 melalui striker andalan mereka, Andrew Jung. Berawal dari skema serangan yang rapi, bola berhasil dimaksimalkan menjadi gol yang membakar semangat tim dan stadion.
Skor 1–0 membuat atmosfer pertandingan semakin hidup. Persib terus mencoba menambah gol demi mengejar defisit agregat. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah.
Agregat Jadi Penentu Nasib
Meski menang di leg kedua, hasil kurang maksimal di pertemuan sebelumnya membuat Persib kalah agregat dari wakil Thailand, Ratchaburi FC. Kekalahan dengan selisih gol cukup besar di leg pertama menjadi beban berat yang sulit dikejar.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya konsistensi dalam dua leg pertandingan di kompetisi Asia. Satu kesalahan atau performa yang kurang maksimal bisa berdampak besar pada hasil akhir.
Evaluasi dan Pembelajaran Berharga
Tersingkir dari ACL 2 tentu menjadi kekecewaan bagi tim dan suporter. Namun di balik itu semua, pengalaman berlaga di level Asia memberikan pelajaran berharga bagi Persib.